Anda Pengunjung ke 231.611.532

Siapakah "Londo Ireng" Yang Dimaksud Presiden Prabowo ?


©Jurnalisia, 
Dalam narasi sejarah masyarakat Jawa, tentara pribumi yang berkerja untuk struktur militer kolonial Belanda; termasuk Pasukan Tulungan dari Minahasa; sering disebut dengan istilah Londo Ireng. Istilah ini secara historis merujuk pada tentara Non Eropa yang digaji oleh pemerintah Hindia Belanda untuk meredam perlawanan atau pemberontakan lokal di wilayah Nusantara yang kala itu masing-masing berjuang untuk kepentingan daerahnya.

Londo Ireng, inilah yang dinarasakan Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai antek asing; yang di era ini masih ada cuma berganti penampilan. Prabowo pun menyebut sebagai Londo Ireng adalah; Wartawan, Jurnalis, Pengamat dan LSM.

Narasi Prabowo itu tanpa sadar telah membuka fakta; kalau sebenarnya Kakek Buyutnya sendiri dari garis ibu; adalah seorang Londo Ireng yakni Benjamin Thomas Sigar yang berasal dari keturunan garis ibu kandungnya; Dora Marie Sigar.

Sejarah mencatat; Benjamin Thomas Sigar memimpin Pasukan Tulungan (Hulptroepen) ; yang merupakan pasukan militer bantuan asal Minahasa yang dikirim ke Pulau Jawa. Pasukan ini terlibat Perang Diponegoro: Bersama pasukannya, ia terlibat dalam operasi militer menghadapi Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa (1825–1830) hingga menjelang penangkapan Diponegoro di Magelang.

Sekembalinya dari Perang Jawa, ia menduduki jabatan sebagai Kepala Walak atau Hukum Besar di wilayah Langowan dengan pangkat Mayor. Berdasarkan catatan sejarah, Benjamin Thomas Sigar lahir pada tahun 1790 dan wafat pada tahun 1879, dan makamnya sering dikunjungi Prabowo Subianto Makam Benjamin Thomas Sigar terletak di Langowan dan menjadi salah satu situs sejarah keluarga yang kerap dikunjungi oleh Prabowo Subianto saat melakukan perjalanan ke Sulawesi Utara
 15.633 Pengunjung 
Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara