Jurnalisia,Jangan salah, sepeda motor ini bukan bikinan Orang Jawa ataupun produk Pulau Jawa Indonesia, cuma namanya kebetulan Jawa.
Namanya diambil dari gabungan kata "Janeček" dan "Wanderer", merek sepeda motor legendaris asal Cekoslowakia yang didirikan pada tahun 1929 oleh František Janeček, dikenal karena ketangguhan dan desain retro klasik.
Sepeda motor merek Jawa kini dihidupkan kembali oleh Classic Legends (anak perusahaan Mahindra) di India sejak 2018 dengan teknologi modern, menawarkan model neo-retro seperti Jawa 350, Forty Two, dan Perak.
Sepeda motor ini dulu sempat masuk dan diekspor ke Indonesia, menjadikannya salah satu merek klasik yang bersejarah. Pada era 1950-an, Jawa populer karena sepeda motornya dikenal tahan banting dan susah rusak, menjadikannya andalan di berbagai negara. Pernah mengekspor ke lebih 120 negara; Jawa 350, terutama model Pérák, adalah salah satu model paling terkenal yang diekspor ke seluruh dunia pada masanya.
Meskipun bergaya retro, model baru seperti Jawa Perak dibekali mesin 334cc, 4-tak, DOHC, satu silinder, dan pendingin cairan. Kini, Jawa memposisikan diri sebagai pesaing sepeda motor retro modern seperti Royal Enfield, menawarkan gaya klasik dengan teknologi terkini seperti sistem ABS dan injeksi bahan bakar. ©Jurnalisia™
đź‘€ 3745
Tags:
Otomotif
