Jurnalisia,
Meski sempat berjaya, popularitas ponsel Nexian meredup seiring ketatnya persaingan dengan smartphone Android merek lain yang menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga murah.
Ponsel Nexian merupakan satu diantara pionir merek lokal (local brand) yang merajai pasar handphone di Indonesia pada era 2000-an akhir hingga awal 2010-an.
Perusahaan produsen Nexian didirikan pada tahun 2006 oleh Martono Jayakusuma, Nexian diakui sebagai satu diantara pelopor ponsel lokal di Indonesia, mencatat sejarah sebagai merek lokal pertama yang memproduksi 100.000 unit telepon seluler secara lokal dalam kurun waktu 6 bulan.
Karena harganya yang terjangkau dan fitur yang menarik, Nexian sempat mendapatkan penghargaan sebagai merek lokal favorit. Nexian populer karena menghadirkan ponsel QWERTY yang mirip Blackberry dengan harga jauh lebih murah, menyasar pasar kelas menengah.
Di masanya, Nexian berhasil menarik minat konsumen dengan fitur-fitur seperti Dual GSM-GSM, kemampuan media sosial, dan TV analog. Nexian sempat berkolaborasi dengan Google untuk menghadirkan salah satu smartphone Android One (Android Lollipop 5.1) pertama di dunia pada tahun 2015, yaitu Nexian Journey One.
Pada tahun 2011, Nexian diakuisisi oleh Spice Group, satu perusahaan telekomunikasi. Berdasarkan pantauan berita hingga 2025, tidak ditemukan peluncuran produk smartphone baru yang signifikan dari Nexian. Fokus merek ini sudah hilang dari persaingan pasar ponsel lokal yang didominasi oleh vendor Tiongkok dan global. Jika ada produk Nexian yang ditemukan di marketplace, umumnya adalah stok lama atau barang yang sudah tidak berproduksi lagi. Jurnalisia
đź‘€ 1826
Tags:
Gadget

