Para pedagang kuliner yang menempati lapak di depan kios-kios di Taman Education Park atau Taman Edukasi di Kawasan Simpang Empat, mengeluhkan tingginya sewa tempat dan tak adanya fasilitas untuk menunjang kegiatan berjualan mereka.
Mereka mengaku membayar sewa atau retribusi ke pihak Dinas Terkait sebesar Rp 130 ribu per bulannya, padahal mereka cuma menempati ruang kosong di bawah tenda kanopi.
Para Pedagang yang menempati kios dengan fasilitas listrik kilometer sendiri dan ada westafel didalamnya malahan cuma membayar sebesar Rp 70 ribu per bulannya.
Para Pedagang yang menempati kios dengan fasilitas listrik kilometer sendiri dan ada westafel didalamnya malahan cuma membayar sebesar Rp 70 ribu per bulannya.
"Tak ada fasilitas apapun selain ruang kosong di bawah tenda kanopi. Bayar sewa/retribusi per bulannya Rp 130 ribu, ditambah menyambung aliran listrik dari pihak lain sebesar Rp 100 ribu, kemudian beli air untuk cuci peralatan warung, paling tidak kami merogoh kocek sebesar Rp 250 ribu per bulannya," ungkap seorang pedagang yang berjualan aneka jenis minuman dan makanan ringan.
Hal itu juga diungkapkan oleh para Pedagang lainnya, "wajar saja kami merasa iri karena sewanya malahan lebih besar namun tanpa fasilitas apapun. Mestinya sewa ruang/lapak kami ini jauh dibawah para penempat kios."
Sejauh ini pantauan Media ini banyak terdapat kios di Taman Edukasi ini yang jarang buka bahkan ada yang sama sekali tidak pernah buka sejak kios di taman itu selesai dibangun terutama kios-kios yang menghadap ke Komplek Pasar Munggu.
Para Pedagang pun berharap Dinas Terkait kembali melakukan evaluasi dan mengambil kebijakan. (Red)
Para Pedagang pun berharap Dinas Terkait kembali melakukan evaluasi dan mengambil kebijakan. (Red)
Tags:
Ekonomi
