Organisasi Pedagang Ikan dan Nelayan (OPIN) Kabupaten Kotabaru, mengancam akan melakukan unjukrasa besar-besaran terkait permasalahan tidak ditindaklanjutinya proposal dari kelompok nelayan Desa Batu Tunau Kecamatan Pulau Laut Timur oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotabaru.
Hal tersebut diungkapkan oleh Syahriansyah atau Inyiek, Humas OPIN, Jumat (10/08/18).
Menurut Inyiek, Kelompok Nelayan Usaha Bersama Baris Desa Batu Tunau Kecamatan Pulau Laut Timur pernah disuruh mengajukan proposal alat tangkap jenis Rengge Selangat (Momoi) dan jangkar pada tahun 2015 yang lalu.
Menurut Inyiek, Kelompok Nelayan Usaha Bersama Baris Desa Batu Tunau Kecamatan Pulau Laut Timur pernah disuruh mengajukan proposal alat tangkap jenis Rengge Selangat (Momoi) dan jangkar pada tahun 2015 yang lalu.
Pihak kelompok nelayan sudah beberapa kali mendatangi Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru bahkan DPRD, namun hingga kini belum mendapatkan kepastian atas pengajuan mereka tersebut.
Hal ini sangat disesalkan oleh Humas OPIN karena sudah 3 tahun berjalan belum ada titik terang dari permintaan kelompok nelayan tersebut.
Ditambahkan Inyiek pula, banyak permasalahan di Dinas Kelautan dan Perikanan yang berhubungan dengan bantuan untuk nelayan, sehingga pihaknya merasa perlu memfasilitasi kelompok nelayan untuk mempertanyakan hal ini. OPIN akan siap menurunkan massa untuk berunjukrasa bila permasalah ini tidak ditindaklanjuti.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kotabaru, Ir. Mochran Rasyid, mengatakan pihaknya akan mencoba namun tidak bisa berjanji pasti akan mengajukan proposal ini ke Pokok Pikiran DPRD Kotabaru, karena dinas sudah tidak lagi memiliki dana sektoral. (dbg)
Tags
Ekonomi

