Anda Pengunjung ke 230.295.142

Pengrajin Urung Ketupat dan Atap Daun Nipah

Sekelompok ibu rumah tangga sedang asyik duduk lesehan di tepi Jalan Manggis Kelurahan Batulicin. Mereka ini bukan sedang bergunjing atau istilahnya ngerumpi, tapi tangan-tangan terampil mereka sedang membuat tempat ketupat atau urung dari pucuk tanaman nipah

Sekelompok wanita itu merupakan warga Jalan Borneo Desa Sejahtera Kecamatan Simpang Empat, yang telah sekian lama menekuni pekerjaan membuat urung dan atap dari daun nipah.
Bahkan diantaranya ada yang menekuni pekerjaan tersebut dari sejak masih gadis hingga kini memiliki cucu
 
Menurut mereka, membuat urung kemudian dijual seharga Rp 50 ribu per 100 urung berukuran besar, dan yang berukuran kecil seharga Rp 25 ribu. Adapun atap dari daun nipah mereka jual seharga Rp 80 ribu per 100 lembar.
Menurut mereka jika mencari daun nipah ke hutan berjalan kaki, tak jarang bertemu ular dan biawak yang cukup besar, sedangkan jika menggunakan perahu menyusuri tepi sungai sering pula ketemu buaya.
 
Di tengah serbuan modernisasi di segala bidang termasuk penggunaan atap dari bahan metal, tak menghentikan tangan terampil mereka merajut daun nipah untuk atap dan sesuap nasi. (Andri)
Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara