Anda Pengunjung ke 228.276.304

Giordano Bruno, Martir Kebebasan Berpikir Yang Dibakar Hidup-hidup


Jurnalisia,
Ia dihukum dengan dibakar hidup-hidup oleh Inkuisisi Romawi karena menolak menarik kembali pemikiran-pemikirannya.

Sosok itu bernama Giordano Bruno (1548–1600) adalah seorang filsuf, Mantan Biarawan Dominikan, penyair, dan pakar kosmologi asal Italia yang hidup pada era Renaisans. Sosoknya menjadi legendaris dalam sejarah peradaban barat karena akhir hidupnya yang tragis.

Bruno adalah seorang Visioner Kosmologi yang melampaui Nicolaus Copernicus. Ia menyatakan bahwa alam semesta ini tidak terbatas (tak berhingga), menegaskan bahwa bintang-bintang di langit malam adalah matahari-matahari lain yang letaknya sangat jauh, dan memprediksi adanya banyak dunia (eksoplanet) yang mengorbit matahari lain tersebut, bahkan meyakini planet-planet itu dihuni oleh makhluk cerdas lain.  

Ia adalah Martir Kebebasan Berpikir, Bukan "Martir Sains". Ia percaya bahwa Tuhan dan alam semesta fisik adalah satu kesatuan yang sama, menolak doktrin Trinitas tradisional Gereja, menyatakan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, melainkan seorang penyihir atau guru spiritual yang sangat terampil. Dan Bruno memiliki daya ingat luar biasa (Master of Memory).


Giordano Bruno jadi buronan yang diusir dari berbagai negara di Eropa; melarikan diri dari Napoli, selama 14 tahun berikutnya ia mengembara sebagai eksil ke Roma, Prancis, Swiss, Inggris, hingga Jerman. Ia tidak hanya dimusuhi oleh Katolik Roma; di Jerman, ia juga sempat diekskomunikasi oleh Perwakilan Gereja Lutheran karena perselisihan doktrin.

Pelarian Bruno berakhir pada tahun 1591 ketika ia kembali ke Italia atas undangan seorang bangsawan Venesia bernama Giovanni Mocenigo; yang membayar Bruno untuk mengajarinya ilmu memori dan okultisme. Karena merasa tidak puas dengan pelajaran yang diberikan dan merasa terganggu oleh pandangan religius Bruno yang aneh, Mocenigo mengkhianatinya dengan melaporkan Bruno ke lembaga Inkuisisi Venesia pada tahun 1592.

Bruno diekstradisi ke Roma dan menjalani proses persidangan yang melelahkan selama hampir 7 tahun. Ia menolak tunduk agar dibebaskan, ia memilih bertahan pada opininya. Ketika Hakim Inkuisisi membacakan vonis hukuman mati, Bruno mengucapkan kalimat terakhirnya yang sangat terkenal kepada para hakim; "Mungkin kalian menjatuhkan hukuman ini kepadaku dengan rasa takut yang lebih besar daripada yang kurasakan saat menerimanya."

Pada 17 Pebruari 1600, mulutnya disumpal agar tidak menyebarkan ajarannya lagi, dan ia dibakar hidup-hidup di alun-alun Campo de' Fiori, Roma. Di lokasi eksekusi tersebut, kini berdiri patung perunggu raksasa Giordano Bruno yang didirikan pada abad ke 19 sebagai simbol penghormatan atas kebebasan berpikir manusia. ©Jurnalisia™ 
0 Pengunjung 
Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara