Dalam konsep Islam dikenal jembatan yang bernama Sirathal Mustaqim; jembatan yang digambarkan terletak di atas jurang yang memisahkan dunia fisik dengan dunia spiritual. Umat Islam dalam shalat mereka selalu menyebut nama jembatan ini ketika membaca Surah Fatihah; ikhdinas sirathal mustaqim; tunjukkan kami jalan yang lurus.
Konsep tentang jembatan ini ternyata telah ada jauh berabad-abad sebelum keberadaan Islam di abad ke 7 M, yakni terdapat dalam konsep Agama Zoroaster yang muncul di abad ke 6 SM, hanya saja namanya berbeda yakni Jembatan Chinvat.
Agaknya konsep Jembatan Chinvat dalam ajaran Zoroaster ini memiliki pengaruh yang signifikan pada konsep Jembatan Sirathal Mustaqim dalam Islam.
Kedua jembatan dengan nama berbeda itu sama-sama terletak di atas jurang yang memisahkan dunia fisik dengan dunia spiritual. Kedua jembatan adalah tempat di mana jiwa manusia akan dihakimi setelah kematian.
Kedua jembatan juga dijaga oleh malaikat atau dewa-dewa yang bertugas untuk menentukan nasib jiwa manusia, juga jembatan keduanya memiliki proses penimbangan perbuatan baik dan buruk jiwa manusia. ©Jurnalisia™
👀 3850

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.