Bentuknya sama dengan Kepiting, karena memang Rajungan termasuk jenis Kepiting, hanya saja hewan ini cuma dapat hidup di air asin.
Rajungan (Genus Portunus) adalah Kepiting perenang ekonomis penting yang hidup sepenuhnya di air laut, berbeda dengan Kepiting Bakau yang bisa hidup di darat. Memiliki karapas pipih, kaki belakang berbentuk dayung, warna kebiruan/bercorak, dan daging yang manis, lembut, serta rendah lemak, membuatnya populer sebagai konsumsi terutama di perairan Indonesia.
Rajungan hidup di dasar perairan berpasir atau berlumpur pada kedalaman 5-25 meter, sering ditemukan di perairan Indo-Pasifik. Berbeda dengan kepiting biasa, rajungan adalah perenang handal yang bisa bergerak maju, mundur, dan menyamping menggunakan kaki belakangnya yang pipih seperti dayung.
Setelah menetas, larva Rajungan hidup sebagai plankton, kemudian bermigrasi dari perairan estuaria ke perairan asin (salinitas tinggi) untuk tumbuh dewasa, lalu kembali ke dekat pantai.
Rajungan tidak bisa bertahan lama di darat karena insangnya harus terendam air laut. Cangkangnya lebih tipis dan pipih dibandingkan kepiting, dengan capit yang lebih panjang. Warna jantan umumnya biru cerah dengan bercak putih, sedangkan betina lebih cokelat kehijauan.
Selain sebagai konsumsi manusia, Rajungan yang terlalu banyak di ekosistem tertentu seperti di tempat pemijahan, terkadang dianggap hama bagi hewan lain seperti kuda laut.
Rajungan dikenal tinggi protein, rendah kolesterol, dan memiliki lemak sehat, menjadikannya pilihan seafood yang lebih sehat dibandingkan kepiting yang lebih gemuk. ©Jurnalisia™
👀 5060

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.