Anda Pengunjung ke 229.796.127

Dzul Khalasah, Ka'bah-nya Orang Arab Jahiliyah di Jazirah Arab


Jurnalisia,
Supaya tidak jauh-jauh ke Mekah, tiap kabilah besar di era Arab Pagan pra Islam, mereka membuat bangunan mirip Ka'bah versi lokal yang disebut Dzul Khalasah; Ka'bah orang Arab Jahiliyah.

Bentuknya memang dibikin mirip Ka'bah di Mekah, ada kiswah/penutup, ada hijirnya juga. Makanya orang Arab dulu menyebutnya "Al-Ka'bah Al-Yamaniyah" atau "Ka'bah Selatan". Lokasinya di daerah Tabalah, antara Mekah - Yaman, sekarang masuk wilayah Bishah, Arab Saudi.

Yang fanatik terhadap Dzul Khalasah ini adalah Suku Daus, Bajilah, Khas'am, dan suku Yaman selatan* terutama Suku Daus, makanya disebut juga "Ka'bah Daus". Di dalamnya dipasang patung/berhala, diberi kiswah, orang tawaf keliling, mengadu nasib pakai anak panah, ritualnya pun meniru Ka'bah di Mekah.

Setelah kemunculan Islam dan setelah Fathu Mekah, Nabi Muhammad memerintahkan Jarir bin Abdullah Al-Bajali dari Suku Bajilah untuk menghancurkan Dzul Khalasah. Jarir dulunya merupakan penyembah berat Dzul Khalasah, tapi masuk Islam. 

Jarir membawa 150 penunggang kuda dari suku Ahmas. Sesampai disana mereka membakar dan merobohkan total sampai rata tanah, tak disisakan, setelah itu tak pernah dibangun lagi. 

Ada hadits Nabi; "Kiamat tiak akan terjadi sampai bokong wanita suku Daus bergoyang lagi untuk tawaf keliling Dzul Khalasah". Maksudnya; selama Dzul Khalasah sudah hancur, berarti kiamat belum dekat. Kiasan bahwa kesyirikan besar itu sudah selesai.

Keberadaan Dzul Khalasah itu bukti kalau orang Arab jaman dulu tidak asing dengan konsep "rumah Allah", cuma konsepnya dibelokkan. ©Jurnalisia™ 
 1.152 Pengunjung 
Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara