"Pada hari ini baru kita laksanakan adalah pemetaan atau asistensi BAPILAH di Desa Semayap. Tadi sudah, alhamdulillah informasi secara umum sudah disampaikan kenapa masyarakat harus memilah sampah dari rumah dan juga bertanggungjawab dengan sampahnya sendiri sudah disampaikan kepada seluruh Ketua RT," ungkap Kepala DLH Kabupaten Kotabaru, Melinda Ratna Agustina.
Hal tersebut disampaikannya pada sosialisasi program BAPILAH atau Budaya Pilah dan Tanggungjawab Sampah, di Desa Semayap Kecamatan Pulau Laut Utara yang merupakan satu desa terbesar dan berada di jantung Kotabaru.
Ia juga mengungkapkan skema pengelolaan sampah non organik. Sampah tersebut akan diangkut ke TPST Megasari untuk diolah menjadi RDF atau Refuse Derived Fuel.
Melinda mengapresiasi antusiasme warga Desa Semayap. Ia menyebut desa ini memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi kedua di Kotabaru setelah Desa Stagen.
©Jurnalisia™
Penulis : Agus Ariyanto
326 Pengunjung

