Didukung Oleh Investing.com

Bang Dhin; Akses Jalan Harus Jadi Prioritas, Masyarakat Jangan Terisolasi


Kotabaru,
Pamukan Utara memiliki potensi besar, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga posisi strategis sebagai wilayah penghubung antar desa dan lintas batas Kalimantan Selatan–Kalimantan Timur. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat karena masih terhambat oleh persoalan mendasar: akses jalan yang belum memadai.

Kondisi jalan penghubung Sekayu–Bakau dan akses sejumlah desa di Pamukan Utara menjadi perhatian serius. Jalan ini bukan sekadar jalur transportasi, tetapi urat nadi ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik masyarakat. Ketika akses rusak atau sulit dilalui, maka harga hasil pertanian turun, biaya angkut naik, anak sekolah terhambat, dan pelayanan kesehatan menjadi lambat.

M. Syaripuddin, SE, M.AP menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar di Pamukan Utara harus ditempatkan sebagai agenda prioritas. Pemerintah daerah, provinsi, maupun pihak terkait perlu duduk bersama untuk memastikan status kewenangan jalan, skema pembiayaan, dan tahapan penanganan yang jelas.


“Pamukan Utara tidak boleh hanya dilihat sebagai wilayah pinggiran. Di sana ada masyarakat yang produktif, ada potensi ekonomi, dan ada hak dasar warga yang harus dipenuhi negara,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar penyelesaian persoalan jalan dilakukan secara terukur, tidak lagi berhenti pada wacana. Pemetaan kewenangan, inventarisasi titik kerusakan, serta sinergi dengan perusahaan sekitar harus segera dilakukan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Pembangunan Pamukan Utara bukan hanya soal membuka jalan, tetapi membuka harapan. Ketika akses diperbaiki, ekonomi bergerak, pelayanan publik membaik, dan masyarakat desa memiliki kesempatan yang lebih adil untuk maju. (Rel - ©Jurnalisia™) 
đź‘€ 

Lebih baru Lebih lama