Selama Bulan Puasa Pemerintah Malaysia Larang Iklan Makanan dan Minuman


Jurnalisia,
Bulan puasa atau Ramadhan hampir tiba. Di masing-masing negara yang mayoritas beragama Islam terdapat budaya untuk menyambut bulan puasa ini tak terkecuali di Malaysia yang bertetangga dengan Indonesia yang rakyatnya juga mayoritas beragama Islam.

Budaya menyambut bulan puasa di Malaysia ditandai dengan kemeriahan Bazar Ramadhan di seluruh negeri, pembuatan dan pembagian bubur Lambuk secara gotongroyong, serta suasana yang lebih tenang karena pelarangan iklan makanan di media. Tradisi ini memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kekhusyukan beribadah. 

Bazaar Ramadhan; tradisi paling populer dimana pasar sementara muncul di berbagai lokasi untuk menjual aneka hidangan berbuka (takjil) seperti martabak dan apam balik (martabak manis, terang bulan).


Bubur Lambuk; bubur khas yang dimasak secara bergotongroyong di mesjid (terutama Kampung Baru, Kuala Lumpur) dan dibagikan secara gratis sebagai simbol kebersamaan. Moreh; merupakan tradisi makan ringan atau beramahtamah di mesjid/surau setelah shalat Tarawih.

Pemerintah Malaysia melarang iklan makanan/minuman di media elektronik dan luar ruangan untuk menghormati umat yang berpuasa, sehingga suasana terasa lebih tenang dibandingkan hari biasa.

Seperti halnya di Indonesia, warga masyarakat disana sering berbuka di mesjid atau area terbuka seperti Dataran Merdeka, serta mengadakan open house. Malam Tujuh Likur; tradisi yang juga terdapat di Indonesia; menyalakan lampu pelita pada 10 malam terakhir Ramadhan. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 4779

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama