[Editorial] Orang Bejat 'Ngemplang' Pajak

EDITORIAL

"Orang Bijak Taat Pajak."

Itulah kalimat yang sering kita baca dan dengar bila bicara masalah pajak atau perpajakan di Indonesia.

Sudahkah kita taat pajak ?

Jawabannya tentu sangat beragam, dan tak menutup kemungkinan malah balik bertanya; "pajak yang mana dan untuk apa saya mesti bayar ?"

Padahal pajak kita ketahui merupakan pemasukan suatu negara; yang duitnya digunakan untuk melaksanakan pembangunan yang akan dikembalikan dan dirasakan oleh seluruh rakyat.

Pajak banyak ragamnya; Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Kekayaan, Pajak Barang, Pajak Jasa, dan lain sebagainya, nominalnya pun beragam.

"Ngemplang" Pajak ?

Nah, kita teringat tentu dengan seseorang bernama Gayus Tambunan. Sosok yang satu ini ada keterkaitan dengan urusan "ngemplang" dan manipulasi pajak. Dan tak menutup kemungkinan masih banyak sejenis Gayus lainnya di tubuh Institusi Perpajakan di seluruh Negeri ini yang belum terendus oleh para Aparat Penegak Hukum (APH) dan kita semua.

"Orang Bejat Ngemplang Pajak."


Setujukah kita jika ungkapan diatas sebagai lawan dari "Orang Bijak Taat Pajak" ?
Semoga kita semua sependapat, apalagi jika itu melibatkan oknum di tubuh Institusi Perpajakan, yang karena ulahnya dan para kroninya mencuri duit pajak yang telah dibayar oleh rakyat dan kembali diperuntukkan ke rakyat.

Secara khusus kami menjadi ingin membicarakan peristiwa yang belum lama terjadi terkait masalah pajak ini; yakni KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Banjarmasin. Hasil OTT oleh KPK adalah mengamankan 2 orang berstatus ASN/PNS diantaranya terdapat Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Kota Banjarmasin, Mulyono diamankan terkait restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sedangkan seorang lagi dari pihak swasta. 


Pada OTT yang terjadi pada 4 Pebruari 2026 itu pihak KPK juga mengamankan uang tunai senilai Rp 1 milyar. Di hari dan tanggal yang sama KPK juga melakukan OTT di Kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan di Jakarta; ini terkait dengan kegiatan importasi, pihak KPK mengamankan sejumlah orang.

Bejat, bahkan bejat sekali mereka; lebih bejat dari mereka yang mengemplang pajak. Mereka itu menambah deretan di daftar para orang bejat di negeri ini. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 3533



Warga Pasar

I'm a Journalist

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama