Rilis | Budayawan Eros Djarot: Saya Kira Orang Pers Sudah Tidak Punya Nyali - Jurnalisia

  • Jurnalisia

    Mengusung Kearifan Lokal

    1 / 9
    2 / 9
    3 / 9
    4 / 9
    5 / 9
    6 / 9
    7 / 9
    8 / 9
    9 / 9

    ©Jurnalisia

    #
    #
    #

    Minggu, 13 Agustus 2023

    Rilis | Budayawan Eros Djarot: Saya Kira Orang Pers Sudah Tidak Punya Nyali

    Jakarta,
    Dengan mengenakan baju batik, dan masih berkumis seperti dulu, ia dipandu panitia masuk ke ruang transit VIP Hall Dewan Pers. 

    Di ruang transit sudah duduk sejumlah tamu VIP  antara lain Mayjen TNI (Purn) Djoko Warsito (Dewan Pembina SMSI), Ervik Ari Susanto (Penasihat SMSI), Al Muktabar (Pj Gubernur Banten) ditemani Mohammad Nasir (Sekretaris Jenderal SMSI). Kehadiran Erros langsung disambut bagaikan bertemu kawan lama, tampak akrab. 

    Malam itu Erros hadir di Hall Dewan Pers atas undangan Ketua Umum SMSI untuk menerima penghargaan sebagai tokoh Pejuang Kemerdekaan Pers. Penghargaan itu diberikan pada Malam Anugerah SMSI 2023.

    Selain kepada Erros Djarot, penilaian yang sama pada level ketokohan, SMSI juga memberikan penghargĂ an kepada almarhum Prof. Azyumardi Azra (Ketua Dewan Pers) - diwakili putrinya, Emily Sakina Azra - sebagai Pelopor Pers Merdeka.

    “Eros Djarot dan Prof. Azyumardi Azra itu pelopor Pers Merdeka,” Kata Wakil Ketua Umum SMSI Pusat, Yono Hartono yang juga mendampingi Eros Djarot saat berpidato setelah menerima penghargaan. 

    Pemberian anugerah kepada Erros didasari penilaian bahwa Eros Djarot telah mengawal kemerdekaan pers sejak jaman Orde Baru dengan Tabloid Detiknya yang dibredel dan dilarang terbit semasa Orde Baru saat Jenderal Soeharto berkuasa. Eros dinilai mendorong demokrasi di Indonesia.

    Bagi Eros, putra kelahiran Lebak, Banten 22 Juli 1950, penghargaan untuk dirinya bukan lah yang pertama. Sebelumnya, sebagai Budayawan, Penulis Lagu, dan Penulis Skenario ini, penghargaan yang diterimanya sudah seabrek. 

    Tahun 1976, 1978, dan 1981, ia sudah menerima penghargaan menjadi Penata Musik Terbaik dan memenangkan penghargaan lewat lagu yang dinominasikan: Kawin Lari, Badai Pasti Berlalu, Usia 18. 

    Ketika mendapat penghargaan pejuang kemerdekaan pers dari SMSI, Eros mengaku merasa terhormat, karena setiap melakukan apapun ia bersungguh-sungguh. 

    “Saya setiap melakukan apapun dengan I do all with love. Lakukan segala sesuatu dengan cinta, cinta pada negeri, cinta pada masa depan anak cucu. Jangan pernah takut, takutlah pada keterbelakangan cara berpikir,” kata Eros.

    Semula dia mengaku sedang tidak percaya masih ada orang pers yang berani saat ini. Dia mengira pers sudah mati, tidak berdaya, tidak punya nyali. 

    Eros kaget dan merasa lega karena ternyata masih ada orang pers yang berpidato galak, seperti pidato yang disampaikan oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus. 

    “Saya jadi lega. Saya merasa senang,” tutur Eros Djarot di depan para tamu undangan dan pengurus SMSI Pusat dan Propinsi, saat memberi sambutan setelah menerima penghargaan. 

    “Saya terhibur ada orang marah-marah. Nah, sudah saatnya teman-teman yang berada di SMSI percaya diri. Kalian di SMSI sebetulnya kalianlah yang genuine pilar demokrasi masa depan. Aspirasi rakyat bisa kalian sampaikan secara luas,” kata Eros. 

    Eros berharap anggota SMSI bangga sebagai orang pers walaupun secara materi pas-pasan. 
    “Tapi jika kalian secara mentalitas, integritas, dedikasi, rasanya kita enggak usah kecil hati, enggak usah merengek-rengek ke Kemenkominfo,” tutur Eros lagi.

    Eros menanggapi pidato Firdaus yang ia katakan “galak”. Ketua Umum SMSI berani bicara galak pada pihak yang dinilai tidak beres dalam menjalankan tugas secara adil.

    Firdaus melawan draf hak penerbit (publisher right) yang diajukan untuk ditandatangani presiden RI. “Dalam draf itu ada rencana jahat untuk melakukan pembredelan media yang baru tumbuh secara sistematis lewat Peraturan Presiden. Media yang belum terverifikasi Dewan Pers tidak boleh mendapat iklan. Ini ulah budak konglomerasi, ingin menghegemoni bisnis media, dengan cara tidak sehat, tapi minta dilegitimasi Presiden,” kata Firdaus dalam pidato pembukaannya.

    Pada waktu yang sama SMSI juga memberi penghargaan kepada anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan Jambi. Dr. Ir. HAR Sutan Adil Hendra, MM dan Pj Gubernur Banten, Al Muktabar sebagai Sahabat Pers. 

    Pada puncak acara, Firdaus memberi penghargaan pin emas Direktur Kemitraan Berita Google untuk kawasan Asia Pasifik, Kate Beddoe karena dinilai telah mengawal kemerdekaan pers, mendorong demokrasi, dan menyemai keberagaman dengan mendukung pertumbuhan ekosistem berita digital di Indonesia. (Rel)

    Beranda