Setidaknya ada 60 orang dari grup kuda lumping (jaranan) Krido Turonggo Mudo dari Desa Batu Meranti Kecamatan Sungai Loban Tanah Bumbu, ambil bagian di rangkaian kegiatan HUT PDIP ke 47 yang dilaksanakan di Taman Edukasi (Education Park) di kawasan Kecamatan Simpang Empat.
Menurut seorang Kru Jaranan yang bercerita ke media ini, 60 orang itu terdiri dari para pemain baik pria maupun wanita, pawang, dan pemain musik gamelan.
Kesenian Jaranan ini ditambahkannya, biasanya dipertunjukkan di acara-acara seperti pesta pernikahan, sunatan, hajatan, ulang tahun baik perorangan maupun lembaga.
"Biasanya yang nanggap (pesan) Jaranan itu biayanya sekitar Rp 4 juta. Untuk keperluan HUT PDIP ini nilainya lebih besar lagi," ungkapnya.
Ditambahkannya, dengan biaya nanggap sebesar Rp 4 juta itu tak jarang para pemain tak kebagian honor karena terpakai untuk biaya transportasi dan menyediakan sesajen.
"Kalau nanggap Jaranan itu untuk main sehari semalam diperlukan sesajen yang biayanya bisa mencapai Rp 1.5 juta, belum biaya transportasi untuk para pemain serta perangkat gamelan, kalaupun ada sisa dana dari biaya nanggap itu diperuntukkan kas," ujarnya.
Berat memang bagi mereka yang ingin mempertahankan kesenian tradisional agar tidak punah atau diakui bangsa lain; mereka lebih mengedepankan kepentingan budaya daripada sekedar uang bayaran.
Dan dengan adanya kegiatan HUT PDIP ini yang menanggap mereka; ini telah ikut melestarikan kesenian tradisional agar tetap eksis dam tidak punah tergerus oleh kesenian modern. (Red)
Tags:
Sosial
