Manajemen atau pengelolaan terhadap pasar milik pemerintah tampaknya sudah harus dari sekarang secara profesional; yang artinya tidak saja mengedepankan sisi pelayanan yang bersifat memberikan kemudahan kepada warga tapi juga sisi finansial yang muaranya pemasukan bagi kas daerah.
Diketahui selama ini Pemerintah Daerah mengeluarkan tak sedikit dana untuk membangun pasar untuk keperluan warganya berusaha dan bertransaksi terutama bagi para pedagang yang menggunakan kios untuk berjualan.
Warga pedagang selaku pengguna kios di pasar milik pemerintah ini mereka hanya membayar retribusi per bulan bukan sewa layaknya yang diberlakukan oleh kepemilikan swasta. Namun agaknya ada saja diantara para pedagang yang menempati kios yang membayar sewa ke oknum bukan bayar retribusi ke dinas terkait pengelola pasar.
Sebut saja misalnya Pusat Niaga Bersujud atau Pasar Minggu di kawasan Kecamatan Simpang Empat Tanah Bumbu; disini terdapat warga yang menempati kios untuk berjualan yang tak membayar retribusi ke Dinas yang per bulannya kurang dari Rp 100 ribu malah membayar sewa ke oknum yang mengaku memiliki kios tersebut.
Simak juga : Radikalisme, Bagaimana Sikap Kita ?
"Per tahunnya kami bayar sewa sebesar Rp 13 juta kepada seseorang yang mengaku memiliki kios ini," ungkap seorang warga pedagang.
Disamping itu terdapat pula kios yang seolah dijual oknum ke pedagang. Pengakuan pedagang lainnya menyebut ia membayar sebesar Rp 15 juta untuk bisa menempati kios.
"Dulu kami diminta dana sebagai pengganti kios ini sebesar Rp 15 juta oleh oknum pengelola pasar yang sudah almarhum," ungkap pedagang lainnya.
Nah, ini tentu kondisi yang tak diinginkan oleh siapa saja termasuk Pemerintah Daerah selaku pengelola pasar yang bermaksud membantu dan meringankan serta memfasilitasi warganya untuk berusaha.
Dengan adanya kondisi sedemikian rupa terjadi di lingkungan pasar, kira-kira solusi apa gerangan yang patut dilakukan pemerintah dan stakeholder terkait ?
Silakan tulis saran dan komentar Anda langsung di kolom yang kami sediakan di bawah ini. (Red)
Tags:
Ekonomi
