Hearing terkait masalah dana CSR PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) sebesar kurang lebih Rp 70 milyar kembali digelar di ruang rapat gabungan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos , Senin (07/10/19).
Hadir dari perwakilan Pemkab, Dinas BMSDA, LHD, Bagian Aset Daerah BPKAD. Gabungan dari beberapa LSM yang meminta kejelasan penggunaan dana CSR PT SILO.
Dalam hearing ini diperdengarkan rekaman dari PT SILO yang menyebutkan dana CSR kurang lebih Rp 70 milyar untuk jalan, dermaga dan jembatan.
Namun sangat disayangkan pihak PT SILO tidak hadir untuk memberikan pernyataan dan data yang jelas agar permasalahan ini selesai, meski sudah disurati oleh DPRD untuk hadir hearing hari ini.
Agus Andriyono, SE dari Ormas Gepak mengatakan hingga saat ini baik dari PT SILO maupun pihak ekskutif tidak ada yang mau memberikan data sehingga permasalahan dana CSR ini diduga ada penggunaan yang tidak sesuai.
Ketua DPRD Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos mengatakan pihaknya hingga saat ini juga belum menerima perincian penggunaan dana CSR, dan DPRD akan bersurat kepada pihak terkait.
Kembali hearing seperti sinetron akan kembali bersambung. (DBG)
Kembali hearing seperti sinetron akan kembali bersambung. (DBG)
Tags:
Pemerintahan
