Bernilai Ekonomis, Siapa Yang Mau Jadi Pengusaha Sampah ?

 
Sampah plastik sekali pakai tampaknya dianggap sudah sangat mengganggu banyak tempat tak terkecuali di wilayah Tanah Bumbu. Hal itu dinyatakan dengan dikeluarkannya surat edaran Bupati Tanah Bumbu tentang pembatasan penggunaan tas plastik sekali pakai atau biasa disebut tas kresek di minimarket. Dan pernyataan Bupati Tanah Bumbu menyebut dari sekira 21 ton sampah yang setiap hari dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Sungai Dua Kecamatan Simpang Empat; sebagian besar merupakan sampah jenis plastik yang sangat sulit terurai.

Sampah yang setiap hari dibuat oleh manusia terutama yang dihasilkan oleh rumah tangga, rumah makan, resto, warung dan sebagainya senantiasa kita temui dan tak dapat dihindari. Kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan dari berbagai jenis sampah belum jadi kebiasaan terutama membuang sampah pada tempatnya. 

Pemerintah terus berupaya menanggulangi penyebaran sampah yang dibuang sembarangan dengan menyediakan tempat dan petugas kebersihan, namun ini belum cukup karena antara jumlah tempat dan petugas kebersihan tak seimbang dengan jumlah penduduk.

Selain itu sampah yang jumlahnya cukup besar setiap harinya ini belum begitu banyak dimanfaatkan secara ekonomis yang dapat menghasilkan. 
Diperlukan inovasi untuk menjadikan sampah bernilai ekonomis tak sebatas membangun bank sampah atau apalah namanya yang fungsinya hanya menampung dan memusnahkan sampah. 

Terkait masalah sampah dalam kaitan menjadikannya bernilai ekonomis pemerintah seyogianya merangkul para pengusaha yang tergabung di beberapa organisasi pengusaha seperti Gapensi, Kadin, Apindo, HIPMI dan lainnya agar mereka mau menjadi semacam operator pelaksana menciptakan peluang baru dan penyedia lapangan kerja baru; menjadikan sampah sebagai barang atau benda kebutuhan masyarakat sementara pemerintah bertindak sebagai regulatornya.

Para pengusaha mesti melirik peluang usaha yang bahan bakunya tak akan pernah habis ini, tak selalu berpikir ke usaha yang sudah banyak para pemainnya seperti tambang dan kebun.
Nah, menurut Anda usaha yang bagaimana agar dapat menjadikan sampah bernilai ekonomis ? Dan sampah dalam jumlah banyak setiap harinya itu didaur ulang dijadikan apa sesuai dengan kebutuhan masyarakat ? Silakan saran dan komentar di kolom di bawah ini. (Red
Lebih baru Lebih lama