Pariwara | Paparan Publik PT Indocement


Kotabaru, 
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (ITP) Tarjun Kotabaru membukukan total volume penjualan semen dan klinker sebesar 19.941 ribu ton pada 2025, turun −2,7 persen dari 2024 terutama karena penurunan volume penjualan domestik secara keseluruhan −3,9 persen, sementara ekspor meningkat +73,9 persen.

PT ITP merupakan anak perusahaan dari PT Indocement yang terus menunjukkan agresivitas dalam memperkuat rantai pasok dan ekspansi pasar.

Sepanjang tahun 2025 emiten berkode INTP ini sukses melakukan langkah strategis dengan mengakuisisi 2 terminal semen milik Semen Bosowa yakni Terminal Siawung di Sulawesi Selatan dan Terminal Lombok.

Pendapatan Neto 2025 Perseroan tercatat Rp 17.731,2 milyar (turun −4,4 persen) dengan Beban Pokok Pendapatan Rp 11.961,3 milyar (turun −4,2 persen). Hal ini menghasilkan laba kotor Rp 5.769,9 milyar atau margin laba kotor 32,5 persen terhadap pendapatan bersih.


Di sisi lain Indocement melalui anak usahanya, PT Pionirbeton Industri; resmi menjalin kemitraan strategis (joint venture) dengan PT Cipta Mortar Utama pada Desember 2025. Langkah ini menandai keseriusan perusahaan dalam mendominasi bisnis produksi dan pemasaran mortar di tanah air. Dengan posisi kas yang sangat kuat sebesar Rp 5,9 trilyun, Indocement memiliki fundamental yang kokoh untuk menatap persaingan di tahun-tahun mendatang.

Beban Usaha menurun −1,1 persen menjadi Rp 3.683,0 milyar, disertai keuntungan divestasi sebesar Rp 670,0 milyar dari pembentukan usaha patungan dengan PT Cipta Mortar Utama. Beban Operasi Lain; Neto turun 186,7 persen menjadi minus Rp 49,9 milyar terutama akibat rugi selisih kurs sepanjang tahun.

Secara keseluruhan margin laba usaha tercatat 15,3 persen dan margin EBITDA 24,1 persen pada 2025. Pendapatan Keuangan; Neto menurun 91,1 persen menjadi Rp 6,7 milyar, didorong pendapatan bunga yang lebih tinggi seiring saldo kas yang lebih besar pada 2025.

Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi; Neto turun 74,6 persen menjadi Rp 37,0 milyar karena tingginya laba 2024 (terkait penjualan lahan). Beban Pajak Penghasilan; Neto sebesar Rp 487,6 milyar (lebih rendah 7,1 persen). Pada akhirnya Laba Tahun Berjalan 2025 mencapai Rp 2.248,8 milyar, naik +12,0 persen. 

Indocement mencatat posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp 5,9 trilyun per 31 Desember 2025. ©Jurnalisia™ 

Penulis : Agus Ariyanto 
đź‘€ 

Lebih baru Lebih lama