Penyusunan struktur Kepengurusan HIPMI Kalsel pasca pemilihan Ketua Umum, telah memakan waktu hampir 2 bulan masih belum selesai. Ditengarai terdapat unsur politis terlalu dominan daripada unsur kekeluargaan yang selama ini terbangun di HIPMI Kalsel.
Mide formatur Rikval Fachruri yang diminta membantu Ketua Umum terpilih, Hj. Laitina Surya, kepada media mengungkapkan ada beberapa hal yang menyebabkan kebuntuan dalam penyusunan kepengurusan.
![]() |
| Courtesy : bidikkalsel |
"Saya ingin sampaikan sebagai kandidat yang menerima secara legowo kekalahan, itu biasa dalam berdemokrasi. Dan kita siap saling merangkul karena yang utama adalah kebersamaan. Namun sepertinya itikad kita kurang direspon. Dalam hal penyusunan kepengurusan ada beberapa yang menurut saya sangat ganjil. Pertama, Ketua Formatur mengajak rapat 20 hari setelah Musda dan itupun langsung menyodorkan nama-nama yang sudah tersusun tanpa mengajak men-screening administratif calon-calon pengurus paling tidak CV masing-masing calon pengurus," sebut Rikval.
Yang menjadi pertanyaan Rikval; apakah penyusunan tersebut sudah sesuai AD ART, yang dijawab Ketua Formatur dan Mide Formatur satunya sudah sesuai.
"Saya minta cek pasal 23 ART HIPMI terkait syarat pengurus, karena saya melihat ada beberapa Pengurus Harian yang Ketua Formatur masukkan ke struktur tidak sesuai AD/ART. Jika pengurus masih sama dengan yang mereka usulkan, maka itu sudah melanggar AD/ART HIPMI dan secara hukum itu perbuatan melawan konstitusi HIPMI," tegas Rikval.
Masih menurut Rikval, semangat untuk menyatukan HIPMI pasca Musda tidak direspon dengan bijak oleh Ketua terpilih. Bahkan saran untuk menegakkan konstitusi HIPMI tidak didengarkan.
"Lalu fungsi kita sebagai Mide Formatur ini apa ? Jika tetap ngotot saya sendiri tegas mengatakan tidak akan menjadi bagian dari mereka yang menentang konstitusi HIPMI," tutup Rikval. (IS)
Tags
Ekonomi

