Anda Pengunjung ke 230.398.449

[Infokus] Jalan Baik Tapi Traffic Light 'Uhu'

Mengejek kemalangan orang atau pihak lain memang sangatlah mudah, dan nyaris dapat dilakukan oleh tiap orang. Namun tak jarang kita mengejek kemalangan orang lain dengan melupakan atau tepatnya mengabaikan kemalangan kita yang entah kita sadari atau tidak karena kita merasa lebih baik daripada yang kita ejek.

Saya kali ini sengaja menulis opini, pendapat pribadi yang mungkin juga mewakili sebagian orang lain. Objek opini saya adalah lampu pengatur lalulintas atau bahasa kerennya adalah traffic light, yang berada di persimpangan jalan Transmigrasi Plajau - Pelabuhan Speedboat.

 Traffic light ini merupakan satu-satunya yang memiliki lampu pengatur merah, kuning dan hijau, lampu lainnya hanya warna kuning sebagai peringatan agar berhati-hati di beberapa tempat.
Namun meski satu-satunya, traffic light ini tak jarang membuat jengkel. Apa hal ? Traffic light ini ternyata dialiri oleh listrik dari PLN yang tak jarang byar pet alias mati, sehingga jika terjadi pemadaman listrik oleh PLN traffic light pun jadi tak berfungsi, dan para pengguna jalan pun mengatur diri dan kendaraannya secara swadaya supaya tak terjadi tabrakan.

Saya heran sekian lama masalah traffic light ini tak juga jadi perhatian yang memadai dari dinas terkait yakni Dinas Perhubungan. Misalkan saja traffic light tersebut diberi tenaga alternatif selain aliran listrik PLN juga pakai solar cell (tenaga matahari), atau disediakan mesin genset agar tetap berfungsi terus menerus.
Selain itu juga Dinas terkait memperbaiki alat pencatat/hitungan digital yang menyertai traffic light tersebut sehingga para pengguna jalan mengetahui kapan lampu hijau menyala.

Sementara pembangunan, perbaikan dan peningkatan jalan terus dilakukan di berbagai pelosok wilayah Kabupaten, selayaknya pula diimbangi dengan kelengkapan penunjang jalan seperti traffic light yang memadai, rambu-rambu, marka serta tanda-tanda peringatan lainnya.

Masa soal traffic light saja Tanah Bumbu kalah daripada Kotabaru yang sering kali diejek para Netizen Tanah Bumbu di Medsos karena tertinggal banyak dari Tanah Bumbu yang nota bene merupakan anak dari Kotabaru.
Ke depannya kita tentu ingin melihat traffic light yang tak pernah mati lengkap dengan pencatat/hitungan digital yang terus pula hidup, bilamana perlu dilengkapi dengan megaphone untuk menyuarakan berbagai pengumuman. Gimana pendapat anda para Netizen. (ISP)
Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara