Kegiatan presentasi hasil pemetaan konflik sosial tahun Anggaran 2017, di 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang dianggap rawan konflik.
Presentasidilaksanakan di ruang rapat Setdakab Tanah bumbu.
Presentasidilaksanakan di ruang rapat Setdakab Tanah bumbu.
Hadir Asisten Bidang Administrasi Umum, H. Mustaing, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, H. Ambo Sakka, Kepala Kantor Kesbangpol, Darmiadi, Ketua Tim Penelitian dari Universitas Lambung Mangkurat, Andi Tenri Sompa, dan Seluruh SKPD Kabupaten Tanah bumbu Serta Camat dari 10 Kecamatan di lingkup Kabupaten Tanah Bumbu. Selain itu juga dihadiri oleh Perwakilan Polres Tanah Bumbu, Kodim 1022/Tanah Bumbu dan Lanal Kotabaru/Tanah Bumbu.
Untuk menghindari dan mencegah konflik tersebut Pemerintah Daerah berkerjasama dengan instansi terkait dan Tim Penelitian dari Universitas Lambung Mangkurat bersama-sama untuk meneliti dan mencari data penyebab semua permasalahan yang ada di ruang lingkup Kabupaten Tanah Bumbu, terutama di wilayah kecamatan serta membuat pemetaan wilayah yang dianggap rawan konflik.
Menurut H. Mustaing, atas nama Pemerintah Daerah kerjasama ini berdasarkan ketentuan bersama dalam mencegah konflik khususnya di wilayah Kabupaten Tanah bumbu,
Menurut pihak Polres Tanah Bumbu yang diwakili Iptu I Made Rasa, dalam konflik sosial tahun 2017 Polres Tanah Bumbu menangani 3 konflik vertikal dan 8 konflik horisontal, konflik tersebut terjadi antara Pemerintah dan masyarakat mengenai lahan, tambang dan sebagainya.
Pihak Polres Tanah Bumbu memberi saran kepada Tim Penelitian agar bisa berkoordinasi dengan Polres Tanah Bumbu untuk bisa menyamakan data agar dalam berkerjasama nanti datanya bisa akurat. (Herry)
Tags
Advertorial


