Identifikasi Potensi Pengembangan Ternak di Tanah Bumbu - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Website Ini Telah Dilihat 96,9 Juta Kali

    Kamis, 08 September 2016

    Identifikasi Potensi Pengembangan Ternak di Tanah Bumbu

    Pemkab Tanah Bumbu melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) terus berupaya menggarap sektor peternakan untuk meningkatkan populasi ternak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Bumbu.
     
    Distanpanak melakukan identifikasi potensi peternakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih faktual tentang potensi pengembangan ternak di Kabupaten Tanah Bumbu.
     
     “Saat ini identifikasi baru selesai di Kecamatan Batulicin, Simpang Empat, dan sebagian di Kecamatan Kuranji. Untuk Kecamatan lainnya akan segera menyusul,” ujar  Maryam Khusnul Kh, S.Pt seorang dari tim pelaksana kegiatan pada Bidang Produksi dan Pengembangan Ternak Distanpanak Tanah Bumbu.
     
    Identifikasi potensi ternakjuga  bertujuan untuk menciptakan peluang usaha baru pada sektor peternakan di Kabupaten Tanah Bumbu.
     
    Adapun hasil sementara dari identifikasi potensi tersebut, untuk peternakan perlu dikembangkan, mengingat lahan yang tersedia untuk pengembangan sektor peternakan masih sangat luas dan sangat menjanjikan. 
     
    Untuk pengembangan sapi potong, kerbau dan kambing misalnya, hijauan pakan ternak masih sangat melimpah. Banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk menanam rumput unggul. Apalagi bila kegiatan usaha peternakan sapi yang diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit sudah diterapkan secara optimal maka tidak menutup kemungkinan Tanah Bumbu memiliki puluhan ribu ekor sapi.
     
    Di sisi lain, sektor peternakan yang perlu dikembangkan dan dapat menjadi peluang usaha baru yakni peternakan kelinci, dimana saat ini di Tanah Bumbu untuk peternakan kelinci masih pada skala rumah tangga atau hanya sekedar hobi saja.
     
    “Padahal di daerah lain daging kelinci dijadikan sate dan menjadi menu  favorit karena dagingnya yang lembut dan rendah kolesterol,” ujar Maryam.
     
    Begitu juga dengan peternakan unggas seperti ternak ayam dan telur perlu dikembangkan mengingat  prospek pasarnya cukup bagus.
     
    Menurut Maryam, meskipun hasil identifikasi yang dilakukan masih merupakan hasil sementara, tetapi trennya tidak akan jauh dari perkiraan.
     
    “Bila sudah terkumpul semua data identifikasi ini, nanti akan kelihatan angkanya berapa besar hasil peternakan di tempat kita. Dan kita juga dapat mengetahui peluang usaha peternakan apa yang perlu dikembangkan di Tanah Bumbu nantinya,” ujarnya pula.
     
    Maryam menambahkan, usaha sektor peternakan juga erat kaitannya untuk menyukseskan usaha di bidang pertanian dan perkebunan,dimana telah diketahui limbah peternakan baik cair maupun padat merupakan pupuk organik yang sangat baik. Namun  masyarakat maupun pengusaha perkebunan sawit belum merespon dengan baik terhadap sistem peternakan yang terintegrasi dengan perkebunan maupun tanaman pangan.
     
    Sementara itu Kepala Distanpanak Tanah Bumbu, Abdul Karim mengharapkan agar masyarakat dapat menangkap peluang usaha pada sektor peternakan tersebut.
     
    Abdul Karim juga mengatakan dengan data identifikasi potensi peternakan tersebut diharapkan dapat memicu semangat jajaran Distanpanak Tanah Bumbu sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah melalui sektor peternakan dan perkebunan di Tanah Bumbu. (Rel)

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda