Setidaknya sebanyak 338 Nelayan anggota Ikatan Nelayan Saijaan (INSAN) hingga kini belum mendapatkan BBM Subsidi jenis Solar.
Hal itu sepeti diungkapkan Ketua INSAN Kotabaru, Hamdani, pada kesempatan Rapat Dengar Pendapat (RDP, Hearing) di DPRD Kabupaten Kotabaru, belum lama ini.
Ia menduga hal itu disebabkan adanya penerbitan rekomendasi BBM Subsidi kepada pihak yang ia nilai tidak memenuhi persyaratan. Ia berharap Dinas Perikanan dapat mendengar keluhan para Nelayan dan bersama pihak terkait turun langsung ke lapangan untuk mengecek proses penyaluran BBM subsidi; sehingga penyalurannya benar-benar tepat sasaran.
“Ada sebagian yang tidak mempunyai kapal tapi bisa diterbitkan rekomendasinya. Kita sudah sampaikan jangan sampai ada permainan seperti itu; sehingga itu membuat kuota tidak cukup,” ungkap Hamdani.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Zaenal Arifin, S.STP, M.Si menegaskan; apabila terdapat rekomendasi BBM yang pemiliknya telah meninggal dunia atau sudah tidak memiliki kapal; hal tersebut harus segera dilaporkan.
“Tinggal dilaporkan saja jika ada. Kami tidak tahu ini, ada yang sudah meninggal, ada yang sudah tidak memiliki kapal dan sebagainya. Itu harus dilaporkan dan kita akan cabut rekomendasinya,” tegas Zaenal Arifin pula. ©ISP
Tags
Ekonomi
