Masahiro Hara adalah seorang insinyur jenius asal Jepang yang lahir di Tokyo pada 8 Agustus 1957. Ia merupakan sosok penemu utama teknologi Kode QR (Quick Response) pada tahun 1994 saat berkerja di Nippon Denso (sekarang Denso Wave), anak perusahaan otomotif Toyota.
Meskipun ciptaannya kini memproses milyaran transaksi finansial dan pertukaran data setiap harinya di seluruh dunia, ia memilih jalan hidup yang sangat bersahaja.
Pada awal tahun 1990-an, perusahaan tempatnya berkerja kesulitan melacak suku cadang mobil secara cepat menggunakan barcode garis tradisional. Ide membuat kode dua dimensi (kotak) muncul saat ia sedang beristirahat makan siang sembari mengamati susunan batu hitam dan putih di papan permainan tradisional Jepang bernama Go. Dari sana, ia menyadari pola kotak bisa menyimpan data ratusan kali lipat lebih padat.
Tantangan terbesar Hara adalah membuat kode yang bisa dipindai instan dari sudut 360 derajat tanpa terganggu oleh tulisan atau gambar di sekelilingnya. Ia menghabiskan waktu 6 bulan berturut-turut untuk meneliti rasio area hitam dan putih pada berbagai kertas cetakan, koran, hingga kemasan makanan. Hasilnya, ia menemukan rasio geometri 1:1:3:1:1 yang diwujudkan dalam 3 kotak pemandu posisi di setiap sudut kode QR.
Jika saja Masahiro Hara mematenkan kode QR dan menarik biaya royalti (bahkan hanya Rp 1 per pemindaian), ia dipastikan akan menjadi satu diantara milyarder terkaya di dunia. Namun, Hara menolak jalan itu. Ia dan perusahaannya sepakat melepas hak paten kode QR agar bisa digunakan gratis oleh siapa saja secara global. Baginya, kesuksesan diukur dari seberapa besar inovasi tersebut bisa membantu efisiensi hidup orang banyak.
Meskipun menyandang status sebagai penemu satu diantara teknologi paling berpengaruh di abad ke 21, kehidupan pribadi Hara jauh dari kesan mewah. Di usianya yang kini telah menginjak akhir 60-an, ia masih aktif berkerja sebagai Chief Engineer di Denso Wave dan tetap menggunakan transportasi umum kereta komuter untuk berangkat ke kantor setiap harinya.
Inovasi tanpa pamrih miliknya diakui secara global lewat rangkaian penghargaan prestisius, di antaranya; European Inventor Award (2014), memenangkan penghargaan inovasi terfavorit di Eropa, IEEE Corporate Innovation Award (2022), penghargaan dari asosiasi teknik elektro internasional, Onshi Prize dari Japan Academy (2023), penghargaan akademis tertinggi di Jepang yang diserahkan langsung atas nama Kekaisaran, dan AIM Global Lifetime Achievement Award (2025), penghargaan pencapaian seumur hidup atas dedikasinya di bidang teknologi penangkapan data otomatis.
Masahiro Hara belum berhenti berinovasi. Kini ia berfokus memimpin timnya untuk mengembangkan Kode QR 2.0 masa depan yang bisa menyimpan data gambar medis (seperti hasil Sinar-X atau elektrokardiogram) guna memudahkan penanganan darurat pasien saat terjadi bencana alam, serta mengeksplorasi penggunaan kode QR berwarna.
179 Pengunjung
Tags
Figur
