Anda Pengunjung ke 229.126.484

Pojok | Negeri Kaya SDA Yang 82 Persen Dibiayai Pajak Rakyat


"Rakyat negeri ini sudah waktunya meniru rakyat Nepal. Makin hari makin terpuruk negeri ini," ungkap seorang Penjual Martabak sambil mengaduk adonan.

Aku menyimak, berpikir sebelum menanggapi deretan kalimat yang barusan keluar dari mulut seorang yang hasil kerjanya ikut menyumbang ke kas negara melalui pajak.

"Seharusnya memang begitu," ujarku.

"Bayangkan saja mas, negeri yang nyaris di setiap daerahnya menyimpan berbagai SDA yang kaya, tapi rakyatnya belum juga sejahtera apalagi makmur," ungkapnya dengan nada meninggi.

Aku perkirakan si Penjual Martabak ini kemungkinan punya pendidikan yang setidaknya tamatan SLTA dan sering membaca, melihat, menonton dan menyimak konten melalui media sosial.

"Aku kira negeri ini salah urus dari awal usai ditinggal penjajahnya," jawabku sebisanya.

Si Penjual Martabak yang mengaku berasal dari Jawa ini; sudah hampir 2 dekade merantau di Kalimantan yang sangat kaya berbagai bahan mineral serta hutan yang luas, namun menurutnya cuma segelintir warganya yang bisa kaya dan hidup sejahtera.


"Negeri ini harusnya malu kepada rakyatnya; yang 82 persen dari pemasukan kas negara berasal dari pajak rakyat," ungkapnya pula dengan emosi.

"Iya sih. Heran juga, kemana perginya hasil kekayaan SDA yang katanya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," jawabku berdasarkan ayat di UUD 1945.

Tangannya yang cekatan karena pengalaman puluhan tahun membuat Martabak, tak lama jadilah pesananku.

"Itulah yang jadi pikiranku; yang mungkin saja jadi pikiran sebagian rakyat negeri ini, namun tak jua menemukan jawabannya," ujarnya sambil memotong-motong Martabak dan membungkusnya.

"Kita semua pasti perihatin atas kondisi negeri yang sedang sakit parah ini, karena berbagai kebijakan yang kurang berpihak, para oknum pejabat yang korup, juga para oligarki yang tamak dan serakah menguasai berbagai SDA," ujarku jadi ikut emosi.

"Iya mas. Kita berharap rakyat akan semakin sadar untuk memilih para pengelola negeri ini; yang benar-benar amanah dan berkeadilan di berbagai bidang," kata si Penjual Martabak.

Aku pun membayar harga Martabak; yang akan kunikmati bersama keluarga di rumah, dan sambil memikirkan perkataan-perkataan si Penjual Martabak, tentu saja juga memikirkan kondisi negeri yang sangat kaya namun utangnya terus bertambah. ©ISP 
 237 Pengunjung 
Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara