Jurnalisia,
Jangan anggap remeh para manusia purba; yang sering dikatakan tak beradab, faktanya mereka telah mengenal dan menggunakan api sejak 1 hingga 1,5 juta tahun yang lalu.Jauh sekali sebelum Manusia Teologis, Adam yang diperkirakan barusan ada pada 6.000 tahun SM, para manusia purba sudah tahu cara membuat api dan menggunakannya untuk keperluan mereka sehari-hari.
Situs Wonderwerk (Afrika Selatan), ditemukan bukti sisa pembakaran abu dan tulang terbakar di dalam gua yang berusia sekitar 1 juta tahun lalu. Aktivitas ini dikaitkan dengan spesies Homo Erectus.
Situs Gesher Benot Ya’aqov (Israel), ditemukan bukti kontrol api yang lebih jelas berupa alat batu dan sisa kayu yang terbakar secara teratur sejak 790.000 tahun lalu.
Pemanfaatan Alami (awal mulanya), pada tahap awal, manusia purba belum bisa membuat api sendiri. Mereka memanfaatkan api alami yang timbul akibat sambaran petir atau lahar gunung berapi, lalu menjaga apinya agar tidak padam.
Kemampuan menghasilkan api secara mandiri (menggunakan gesekan batu api atau kayu) diperkirakan baru berkembang luas sekitar 400.000 hingga 300.000 tahun lalu oleh Homo Neanderthalensis dan Homo Sapiens awal.
Dampak api bagi peradaban adalah evolusi otak; memasak makanan dengan api membuat nutrisi lebih mudah diserap. Hal ini memicu pertumbuhan ukuran otak manusia purba secara signifikan. Api menjadi senjata utama untuk menakuti hewan predator di malam hari. Secara sosial AAi unggun menjadi tempat berkumpul yang memicu lahirnya bahasa dan komunikasi sosial. ©Jurnalisia™
608 Pengunjung
Tags
Historis
