Cerita tentang kehancuran kota Sodom dan Gomora, dihancurkan Tuhan karena penyimpangan seksual; perilaku homeseksual; hubungan sesama jenis pria.
Secara historis dan sains, tidak ada bukti fisik atau catatan dokumen sekuler yang menunjukkan bahwa kehancuran kota tersebut disebabkan oleh perilaku seksual penduduknya. Ilmu pengetahuan modern menjelaskan kehancuran fisik situs-situs tersebut melalui pendekatan geologis dan astronomis.
Para ilmuwan dan arkeolog mencari penyebab fisik yang dapat dibuktikan secara empiris di lapangan. Penelitian pada situs Tall el-Hammam menunjukkan kota tersebut hancur seketika oleh gelombang panas ekstrem akibat meteor yang meledak di atmosfer (serupa dengan peristiwa Tunguska).
Aktivitas seismik, kawasan Laut Mati berada di atas patahan geologis yang aktif. Hipotesis lain menyatakan gempa bumi besar memicu pelepasan gas alam, minyak bumi, dan belerang bawah tanah yang menyebabkan kebakaran hebat.
Pada metode ilmiah, bencana alam tidak dikaitkan dengan moralitas atau perilaku sosial penduduknya.
Secara historis, catatan dari Tablet Ebla di Suriah menyebut nama "Sodom" dan "Gomora" dalam transaksi bisnis. Secara arkeologis, situs Tall el-Hammam di Yordania menunjukkan bukti kehancuran akibat ledakan suhu ekstrem dari udara, yang mirip dengan kisah kitab suci.
Catatan Tablet Ebla, ditemukan ribuan tablet tanah liat kuno di Suriah yang mencatat transaksi komersial. Tablet-tablet ini menyebut nama Sodom dan Gomora, serta merujuk pada seorang Raja bernama Birsha yang sesuai dengan narasi catatan kuno.
Situs Tall el-Hammam, terletak di sebelah timur laut Laut Mati, situs ini menjadi kandidat kuat. Para Arkeolog menemukan lapisan kehancuran yang berasal dari Jaman Perunggu. Lapisan tanah di kota ini mengandung material yang meleleh seketika dan bukti hantaman suhu tinggi, yang dihipotesiskan para ilmuwan akibat ledakan meteor di udara.
Situs Bab edh-Dhra dan Numeira, di wilayah tenggara Laut Mati, 2 situs ini juga diajukan sebagai kandidat kota kuno karena menunjukkan tanda-tanda permukiman Jaman Perunggu yang berakhir akibat kebakaran hebat. ©Jurnalisia™
đź‘€
Tags
Mitologi
