Didukung Oleh Investing.com

Nowruz, Tahun Baru Persia (Iran) Peninggalan Pra Islam


Jurnalisia,
Meski sebagian besar orang Persia (Iran, Red) menganut Agama Islam (Syi'ah), namun mereka tetap melestarikan merayakan Tahun Baru Persia yang bernama Nowruz.

Nowruz, secara harfiah berarti "Hari Baru" dalam bahasa Persia. Festival ini menandai dimulainya musim semi dan merupakan hari libur paling penting dalam budaya Iran, telah dirayakan selama lebih dari 3.000 tahun. Akarnya berasal dari ajaran Zoroastrianisme, agama Persia pra Islam; yang melambangkan kemenangan cahaya atas kegelapan dan pembaharuan alam. 

Meskipun berasal dari tradisi pra Islam, Nowruz tetap bertahan setelah penaklukan Islam di abad ke 7. Tradisi ini beradaptasi dengan nilai-nilai baru tanpa kehilangan identitas budayanya. Pada tahun 2010 PBB menetapkan 21 Maret sebagai Hari Nowruz Internasional. UNESCO juga mencatatnya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan karena mempromosikan perdamaian dan solidaritas. 


Perayaan ini dimulai tepat pada saat ekuinoks musim semi (saat matahari tepat berada di atas khatulistiwa), biasanya antara tanggal 19 hingga 22 Maret. Tradisi paling ikonik adalah menyusun meja dengan 7 benda simbolis yang namanya dalam bahasa Persia dimulai dengan huruf "S" (Haft-Sin), seperti Sabzeh (tunas gandum/lentil) untuk kelahiran kembali dan Seeb (apel) untuk kesehatan.

Terdapat rangkaian tradisi "mengguncang rumah" atau bersih-bersih besar-besaran sebelum tahun baru untuk membuang kesialan tahun lalu. Pada hari ke 13 setelah Nowruz, masyarakat Iran biasanya keluar rumah untuk piknik di alam terbuka guna menghindari nasib buruk yang terkait dengan angka 13.

Nowruz dirayakan oleh sekitar 300 juta orang di berbagai wilayah seperti Asia Tengah, Kaukasus, Balkan, dan oleh penganut berbagai agama termasuk Muslim, Yahudi, dan Baha'i. Pada tahun 2026, Nowruz jatuh bertepatan dengan momen yang unik karena berdekatan dengan perayaan Idulfitri di Iran. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 


Lebih baru Lebih lama