Jurnalisia,
Di wilayah Kalimantan Selatan, ikan Puyau menjadi satu diantara tangkapan favorit bagi pemancing lokal dan sering diolah menjadi masakan tradisional karena cita rasanya yang gurih, sering dibikin ikan wadi dan ikan samu, juga dikeringkan.
Ikan ini bersifat omnivora dan pemakan perifiton. Perannya sangat penting untuk menjaga kebersihan perairan dari endapan dan sisa tumbuhan air. Sebutan lain Ikan Puyau ini antara lain Nilem Mangut, Melem, Paweh, atau Ikan Palau.
Memiliki bentuk tubuh agak memanjang dan pipih, sisik berwarna perak kehitaman di bagian atas dan keputihan di perutnya, serta memiliki dua pasang sungut di sudut mulutnya. Meski berukuran sedang (maksimal panjang sekitar 20-26 cm), ikan ini memiliki nilai ekonomis dan potensi tinggi untuk dikembangkan pada budidaya perikanan air tawar. ©Jurnalisia™
đź‘€
Tags
Fauna
