Ikan Puyau, Sering 'Diwadi' dan 'Disamu' di Kalsel


Jurnalisia,
Di wilayah Kalimantan Selatan, ikan Puyau menjadi satu diantara tangkapan favorit bagi pemancing lokal dan sering diolah menjadi masakan tradisional karena cita rasanya yang gurih, sering dibikin ikan wadi dan ikan samu, juga dikeringkan.

Ikan Puyau (Osteochilus Vittatus) adalah ikan air tawar asli Indonesia dari suku Cyprinidae yang juga dikenal dengan nama ikan Nilem. Ikan ini sangat populer di Kalimantan dan Sumatra. Sebagai pemakan detritus dan alga, ikan ini sering hidup bergerombol di perairan sungai atau waduk.


Ikan ini bersifat omnivora dan pemakan perifiton. Perannya sangat penting untuk menjaga kebersihan perairan dari endapan dan sisa tumbuhan air. Sebutan lain Ikan Puyau ini antara lain Nilem Mangut, Melem, Paweh, atau Ikan Palau.

Memiliki bentuk tubuh agak memanjang dan pipih, sisik berwarna perak kehitaman di bagian atas dan keputihan di perutnya, serta memiliki dua pasang sungut di sudut mulutnya. Meski berukuran sedang (maksimal panjang sekitar 20-26 cm), ikan ini memiliki nilai ekonomis dan potensi tinggi untuk dikembangkan pada budidaya perikanan air tawar. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara