Didukung Oleh Investing.com

Kental Manis Menipu Konsumen Susu Beberapa Dekade



Jurnalisia,
Sempat beberapa dekade orang-orang Indonesia yang tanpa sadar kena tipu merek dan label. Tulisan "Susu Kental" di kaleng-kaleng susu yang dijual bebeas di seluruh pelosok Indonesia, namun ternyata tak sesuai fakta, karena yang dijual itu justru tak mengandung susu hewan manapun.

Di Era Kolonial (1870-an – 1930-an), label produk hanya fokus pada kata dasar "Susu Kental" atau "Soesoe Tjap..." diikuti nama merek seperti Cap Nona atau Cap Bendera. Pada masa ini, sifat produk yang kental menjadi nilai jual utama karena teknologi pendingin (kulkas) belum ada di Indonesia, sehingga susu biasa cepat basi.


Pada Era Pasca Kemerdekaan hingga Abad ke 20, produsen resmi menambahkan embel-embel "Manis" menjadi Susu Kental Manis (SKM). Tujuannya adalah mempertegas kategori produk karena pasar mulai mengenal evaporated milk (susu kental tawar).

Di Era Modern (Mulai 2018), kondisi justru berbalik. Berdasarkan regulasi ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kata "Susu" kini wajib dihilangkan dari merek utama di bagian depan kemasan jika kandungan padatan susunya terlalu rendah. Label produk yang beredar saat ini berubah total menjadi hanya "Kental Manis" atau "Krimer Kental Manis". ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 

Lebih baru Lebih lama