Bidadari, Makhluk Mitologi di Berbagai Agama dan Budaya


Jurnalisia,
Bidadari adalah makhluk mitologis yang berasal dari mitologi Hindu dan Buddhisme, kemudian juga diadopsi dalam mitologi Islam. Dalam kepercayaan tersebut, bidadari digambarkan sebagai makhluk cantik dan anggun yang tinggal di sorga.

Dalam konteks nyata, bidadari tidak dianggap sebagai makhluk yang ada secara fisik. Mereka lebih merupakan simbol keindahan, kebaikan, dan spiritualitas.

Namun, beberapa budaya dan kepercayaan memiliki konsep serupa dengan bidadari, seperti Dewi dalam mitologi Hindu, Gundik dalam mitologi Jawa, dan Houri dalam mitologi Islam.

Bidadari bukan makhluk nyata dalam konteks fisik dan ilmiah. Namun, mereka memiliki makna dan simbolisme yang kuat dalam konteks spiritual dan budaya.


Kata "Houri" (حورية) dalam bahasa Arab; artinya "wanita bermata besar" atau "wanita bermata lebar", yang merupakan ciri khas kecantikan dalam budaya Arab.

Jadi, Houri dapat diartikan sebagai "wanita cantik bermata besar" atau "bidadari bermata lebar", yang merupakan gambaran kecantikan yang ideal dalam beberapa budaya. Dalam konteks Islam, Houri merujuk pada bidadari yang dijanjikan kepada orang-orang yang beriman di sorga.

Dalam bahasa Arab, kata "Houri" berasal dari kata "Ha-Waw-Ra" (ح-و-ر), yang berarti "putih" atau "cantik". Dalam Al-Quran, kata Houri disebutkan beberapa kali, seperti dalam Surah Al-Waqi'ah (56:22) dan Surah Al-Rahman (55:72), yang menggambarkan Houri sebagai bidadari cantik yang dijanjikan kepada orang-orang yang beriman di sorga. ©Jurnalisia™ 
👀 


Lebih baru Lebih lama