Kitab Fikih Sabilal Muhtadin Ditulis Oleh Datu Kalampayan


Jurnalisia,
Kitab yang ditulis pada abad ke 18 ini masih digunakan secara aktif hingga saat ini, khususnya untuk belajar ilmu fikih.



Sabilal Muhtadin ini digunakan secara luas di Asia Tenggara terutama Indonesia khususnya sangat populer di kalangan pesantren dan masyarakat Banjar Kalimantan, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, hingga Kamboja, Laos, dan Vietnam. Kitab fikih mazhab Syafi'i ini juga dipelajari di pusat studi Islam seperti Mekah Arab Saudi, Mesir, dan Turki. 

Kitab tersebut menggunakan bahasa pengantar dalam Bahasa Melayu. Di Malaysia dan Thailand (bagian  selatan) digunakan sebagai referensi pengajaran. Dari nama kitab inilah diambil nama untuk mesjid terbesar di Kalsel yakni Mesjid Sabilal Muhtadin. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 6422 


Lebih baru Lebih lama