Sirah Nabawiyah, Sejarah Yang Dikonstruksi ?


Jurnalisia,
Sungguh mengherankan memang sosok seperti Nabi Muhammad SAW baik semasa hidupnya hingga wafatnya tak meninggalkan catatan tertulis tentang riwayat hidup beliau, jangankan otobiografi, biografi beliau yang dicatat dan ditulis, atau manuskrip sejaman; sama sekali tidak ada.

Tentang sosok dan kehidupan Nabi Muhammad SAW barulah ditulis sekitar 1 abad beliau wafat oleh seseorang bernama Ibnu Ishaq; yang lahir di Madinah pada 85 H/704 M, atau 74 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Nama lengkap Ibnu Ishaq adalah Muhammad bin Ishaq bin Yasar;  Ia adalah ahli sejarah, ahli hadits, dan silsilah yang mendokumentasikan kehidupan Nabi secara kronologis yang kemudian disebut Sirat Rasulullah (Sirah Nabawiyah); yang menjadi rujukan utama bagi sejarawan selanjutnya. 


Tak sedikit para Ahli Sejarah modern yang mempertanyakan keabsahan maupun kevalidan sumber yang menjadi rujukan penulisan Sirah Nabawiyah, karena ditulis berdasarkan hapalan dan cerita dari generasi setelah Nabi Muhammad SAW wafat; yang terdapat diantara sumber itu yang bahkan tak hidup sejaman dengan Nabi Muhammad SAW.

Tak sedikit pula yang menganggap Sirah Nabawiyah adalah rekonstruksi sejarah, karena tak berasal dari sumber-sumber tertulis maupun manuskrip sejaman, berdasarkan hapalan-hapalan yang tak menutup kemungkinan terjadi distorsi selama pengumpulan sumber dan penulisannya.

Apalagi selanjutnya naskah asli tulisan Ibnu Ishaq ini tak ditemukan lagi, tak dapat bertahan hingga ke era modern. Dan tentang "sejarah" Nabi Muhammad SAW inipun semakin diragukan. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 679 


Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama