Kaharingan, Agama Asli di Kalimantan


Jurnalisia,
Agama Kaharingan adalah agama asli suku Dayak di Kalimantan, Indonesia. Nama "Kaharingan" berasal dari kata "haring" yang berarti "hidup" atau "kehidupan". Agama ini memiliki konsep ketuhanan yang unik, dengan Tuhan yang dikenal sebagai Ranying Hatalla Langit, yang berarti "Tuhan Yang Maha Esa"

Agama ini telah ada sejak lama di Kalimantan, bahkan sebelum agama-agama lain seperti Islam dan Kristen. Pada tahun 1944, agama ini diperkenalkan oleh Tjilik Riwut dan diakui oleh pemerintah Jepang. Pada tahun 1980, Kaharingan terintegrasi dengan Hindu untuk mendapatkan pengakuan formal.


Agama Kaharingan memiliki ajaran yang menekankan keseimbangan antara kehidupan manusia dan alam. Ritual-ritual yang dilakukan meliputi upacara Tiwah, yang bertujuan menghantarkan roh leluhur ke Lewu Tatau (tempat kehidupan setelah kematian), dan upacara Manyanggar, untuk membersihkan kampung dari malapetaka.

Penyebaran Agama Kaharingan; di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, dengan penganut yang sebagian besar adalah suku Dayak. Meskipun telah terintegrasi dengan Hindu, penganut Kaharingan masih mempertahankan tradisi dan ritual asli mereka, karena dalam beberapa hal kedua agama ini memang berbeda. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 369

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama