Kuliner ini merupakan contoh dari kearifan lokal Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Namanya Pakasam, kuliner tradisonal khas Suku Banjar.
Sekilas mirip Wadi, cuma beda pada waktu fermentasinya, jika Wadi lebih lama, Pakasam tidak.
Pakasam disebut juga Iwak Samu, bahannya berupa ikan air tawar (sepat, papuyu, haruan) yang diawetkan melalui fermentasi asam laktat dengan garam dan beras sangrai. Cita rasanya unik dan gurih, asam, dan harum, serta populer sebagai lauk pendamping nasi hangat yang kaya probiotik.
Proses pembuatan Pakasam; ikan dibersihkan, direndam air garam selama 1 sampai 2 hari (anaerob), lalu dicampur beras yang disangrai hingga matang, kemudian difermentasi dalam wadah tertutup rapat selama 3 hari hingga seminggu.
Terdapat dua jenis Pakasam; yaitu Pakasam Basah (rasa lebih asam) dan Pakasam Kering (lebih asin dan tahan lama). Karena diawetkan secara alami, Pakasam dapat bertahan lama, terutama jika disimpan di lemari pendingin. ©Jurnalisia™
đź‘€ 821
Tags:
Kuliner