Kesultanan Banjar, Kesultanan Terbesar di Kalimantan


Jurnalisia,
Kesultanan Banjar adalah satu kerajaan Islam terbesar di Kalimantan, Indonesia. Pada masa kejayaannya, wilayah kesultanan Banjar mencakup seluruh wilayah Kalimantan Selatan dan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah.

Sebagian wilayah Kalimantan Timur termasuk Kutai, Paser, dan sekitarnya juga termasuk wilayahnya, sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kapuas, dan sekitarnya, sebagian wilayah Sabah, Malaysia, termasuk Tawau, dan sekitarnya.

Wilayah Kesultanan Banjar juga mencakup beberapa pulau di sekitar Kalimantan, termasuk Pulau Laut dan Pulau Sebatik.

Pada tahun 1859, kesultanan Banjar memiliki luas wilayah sekitar 350.000 km², yang merupakan satu diantara wilayah terbesar di Nusantara pada masa itu. Hanya saja batas wilayah kesultanan Banjar tidak selalu jelas dan dapat berubah-ubah sepanjang sejarah. Selain itu, kesultanan Banjar juga memiliki beberapa wilayah vasal dan daerah pengaruh yang tidak termasuk dalam wilayah langsung kesultanan.


Kolonial Belanda menghapus Kesultanan Banjar pada tahun 1860, setelah Perang Banjar yang berlangsung dari tahun 1859 hingga 1905. Pada tanggal 11 Juni 1860, Sultan Banjar, Sultan Hidayatullah II, ditangkap oleh pasukan kolonial Belanda dan diasingkan ke Jawa.

Pada tahun 1863, pemerintah kolonial Belanda secara resmi menghapus kesultanan Banjar dan menggantinya dengan pemerintahan kolonial Belanda. Wilayah kesultanan Banjar kemudian dibagi menjadi beberapa afdeling (karesidenan) dan onderafdeling (kabupaten).

Penghapusan kesultanan Banjar merupakan bagian dari upaya kolonial Belanda untuk menguasai seluruh wilayah Nusantara dan menghapuskan sistem kerajaan tradisional di Indonesia. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 1600




Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama