Hampir pada setiap kesempatan Presiden RI, Prabowo Subianto, membangga-banggakan MBG sampai-sampai mengklaim lebih baik daripada program sejenis di negara lain.
Selain belum merata pelayanannya di semua sekolah di seluruh Indonesia, program MBG ini pun menimbulkan permasalahan terkait kesehatan.
Padahal Program MBG ini sudah diluncurkan pada 6 Januari 2025, namun sepertinya program ini belum siap, ini tampak dari pembangunan SPPG yang sambil berjalan, bukan dibangun terlebih dulu sebelum program diluncurkan, padahal kita ketahui program ini nilainya ratusan trilyun rupiah dan berasal dari utang.
Adapun terkait masalah kesehatan, sudah sangat sering ditemukan menu MBG yang tak memenuhi standard kesehatan. Sudah banyak korban anak sekolah oleh menu MBG ini, keracunan makanan.
Hingga kini diketahui terdapat setidaknya 8.355 anak yang mengalami keracunan menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra merinci sebanyak 3 propinsi dengan korban tertinggi keracunan MBG sepanjang tahun 2025 yakni; Propinsi Jawa Barat sebanyak 4.877 anak, Propinsi Jawa sebanyak 1.961 anak, dan Propinsi D.I Jogyakarta sebanyak 1.517 anak.
Dengan munculnya berbagai permasalahan itu, tak sedikit pihak yang meminta agar Program MBG ini diubah polanya yakni dengan menyerahkan biaya makanan ke masing-masing orangtua murid karena mereka yang lebih tahu. Jurnalisia
đź‘€ 5087
Tags:
Interaktif
