Jurnalisia,
Sering dianggap gulma; dikenal juga sebagai golden berry, cecendet (Sunda), yoryoran (Madura), kecepokan (Bali), mudah ditemukan di lahan kosong atau tepi sawah setelah panen.
Bahasa Latinnya Physalis Angulata adalah tanaman liar tropis dengan buah unik berbentuk lonceng terbungkus kelopak mirip kertas, berwarna kuning-hijau, rasanya manis asam, kaya antioksidan, dan berkhasiat obat untuk asma, demam, kolesterol, serta masalah pencernaan.
Asal usul tanaman ini berasal dari Amerika yang tersebar luas di daerah tropis termasuk Indonesia. Buah ini ternyata kaya manfaat, bahkan bisa dijual mahal karena khasiatnya. Mengandung flavonoid, polifenol, tanin, saponin, antioksidan (beta karoten), vitamin, mineral, serat, karbohidrat, protein, dan lemak.
Menurut pengobatan tradisional; tanaman ini bisa dijadikan obat asma dan paru-paru; air rebusan daunnya dapat membantu mengobati asma dan menjaga kesehatan paru-paru. Buah dan daunnya dapat menurunkan demam (terutama pada anak) dan tekanan darah tinggi. Mengobati masalah kulit; daunnya ditumbuk dengan kapur sirih bisa mengobati rematik dan nyeri sendi, serta mengatasi sariawan.
Selain itu dapat memperbaiki kinerja saluran kemih, mencegah infeksi, dan membantu mengatasi masalah pencernaan lainnya, juga membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan baik untuk kesehatan jantung.
Cara mengonsumsi; buahnya dapat dimakan langsung saat matang, dibuat jus, atau ditambahkan ke salad. Daunnya, direbus untuk diminum airnya atau ditumbuk untuk kompres. Mengonsumsi Ciplukan sebaiknya saat buah sudah matang untuk rasa terbaik dan manfaat maksimal, serta konsisten untuk mendapatkan khasiat pengobatannya secara optimal. ©Jurnalisia™
👀 5603


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.