Karena tuduhan terlibat pemberontakan di Madiun tahun 1948 yang dilakukan oleh Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang adalah sayap kiri dari Partai Komunis Indonesia (PKI), nama Amir Sjarifuddin Harahap seolah perlahan tapi pasti seolah sengaja dihapus dari sejarah Indonesia.
Amir Sjarifuddin Harahap memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia adalah satu diantara 9 tokoh yang menandatangani Piagam Jakarta pada tahun 1945, yang menjadi dasar negara Indonesia saat ini.
Ia menjadi Menteri Pertahanan Pertama Indonesia pada tahun 1945-1948. Amir juga menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Indonesia pada tahun 1947-1948 ketika pemerintahan Indonesia berbentuk Parlementer, dan memimpin pemerintahan dalam masa-masa sulit perjuangan kemerdekaan.
Amir dituduh terlibat dalam Pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948, yang bertujuan untuk menggantikan pemerintahan Soekarno-Hatta dengan pemerintahan komunis. Namun pemberontakan ini gagal dan Amir ditangkap dan dieksekusi pada 19 Desember 1948 di Kampung Ngaliyan, Kelurahan Lalung, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ia ditembak oleh regu TNI (dulu ABRI) atas perintah Gubernur Militer Gatot Subroto. ©Jurnalisia™
👀 6098


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.