Filsafat | Kritik Karl Marx Terhadap Agama



Jurnalisia,
Seorang filsuf, ekonom, dan pemikir sosial Jerman abad ke 19, memiliki pandangan yang kritis dan materialistis mengenai Tuhan dan agama. Berikut adalah beberapa point kunci terkait pandangannya;

Marx memandang agama sebagai ilusi atau konstruksi sosial yang diciptakan oleh manusia untuk menghadapi penderitaan dan ketidakberdayaan. Dalam pemikirannya, agama muncul sebagai cara untuk memberikan tujuan, makna, dan harapan kepada individu dalam kondisi yang sulit.

Opium bagi Rakyat.
Salah satu ungkapan terkenal dari Marx adalah bahwa agama adalah "opium rakyat". Dengan pernyataan ini, ia menunjukkan bahwa agama memberikan pelarian sementara dari realitas yang keras dan menyakitkan, tetapi juga dapat mengalihkan perhatian dari perjuangan sosial dan ekonomi. Menurut Marx, agama berfungsi untuk menenangkan rakyat dan mencegah mereka mengambil tindakan untuk mengubah kondisi sosial mereka.

Marx melihat agama sebagai alat yang digunakan oleh kelas penguasa untuk mempertahankan dominasi mereka. Dia berargumen bahwa agama sering digunakan untuk membenarkan penindasan dan ketidakadilan sosial, sehingga mencegah pembangunan kesadaran kelas di antara buruh.

Dalam pendekatannya yang materialistis, Marx percaya bahwa kondisi material dan ekonomi menentukan cara berpikir dan keyakinan manusia, termasuk pandangan mereka tentang Tuhan. Oleh karena itu, untuk memahami fenomena agama, penting untuk melihat konteks sosial dan ekonominya.

Marx berpendapat bahwa dengan adanya perjuangan kelas dan ketika kondisi sosial dan ekonomi berubah, masyarakat akan beralih dari religiositas menuju bentuk kesadaran yang lebih rasional dan materialistik. Dia percaya bahwa pada akhirnya, umat manusia akan menemukan cara untuk hidup tanpa bergantung pada ilusi agama. Secara keseluruhan, pemikiran Marx tentang Tuhan dan agama mencerminkan visinya yang materialistik dan kritis terhadap struktur kekuasaan serta penindasan sosial, dan telah berpengaruh dalam berbagai aliran pemikiran, termasuk teori sosial, kritik budaya, dan filsafat penindasan. ©Jurnalisia™
đź‘€ 34257 

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama