Opini | Tambang Batubara di Sigam Kotabaru Jangan Jangan Milik Orang Saranjana - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Sumber Data Cuaca: https://cuacalab.id

    Jumat, 10 November 2023

    Opini | Tambang Batubara di Sigam Kotabaru Jangan Jangan Milik Orang Saranjana

    Akhir-akhir ini sedang ramai fenomena yang sebenarnya tak dapat dikatakan baru, karena fenomena ini sudah lama ada di era tahun 1980-an, yakni fenomena mistik bernuansa alam gaib yakni Saranjana.

    Ya, Saranjana.
    Menjadi mencuat kembali ke permukaan di era modern yang serba futuristik, setelah terdapat film yang mengangkat Saranjana sebagai tema kalau tak ingin dikatakan hanya memanfaatkannya sebagai latar belakang cerita.

    Film Saranjana begitu viral, banyak orang penasaran ingin menontonnya, karena ingin tahu seperti apa film yang bercerita tentang satu tempat di kawasan daratan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru itu. Faktanya Saranjana itu hanyalah satu tempat yang termasuk Desa Oka Oka Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar. Tak ada apa-apa disana, cuma hutan semak, entahlah kalau terdapat sesuatu yang tak tampak mata di baliknya.

    Tapi kami disini bukan bercerita tentang apa yang ada di Film berjudul Saranjana itu. Kami cuma meminjam Saranjana sebagai 'setting' saja siapa tahu ada hubungannya dengan satu tempat yang sama-sama berada di daratan Pulau Laut Kotabaru.

    Tambang batubara di kawasan Kecamatan Sigam Kotabaru. Keberadaannya sudah cukup lama, dan sudah beberapa kali melakukan pengiriman ke luar. Tambang tersebut sebenarnya tak sulit dilacak dan ditemukan, hanya saja siapa sebenarnya yang menambang batubara disana itu yang sangat sulit dilacak.

    Keberadaan tambang batubara tersebut hingga saat ini belum diketahui siapa pelakunya, pun pihak Kepolisian. Sudah 2 kali Kapolres Kotabaru ketika dikonfirmasi pihak media hanya mengatakan; akan mengecek tambang tersebut.

    Harap maklum. Mungkin tak diketahuinya siapa yang menambang batubara di kawasan Sigam Kotabaru itu; jangan-jangan ada kaitannya dengan fenomena Saranjana, dimana dikisahkan orang-orang di Saranjana itu merupakan 'orang gaib' yang kehidupannya kurang lebih sama dengan orang-orang jaman now.

    Tak menutup kemungkinan para penambang batubara di kawasan Sigam Kotabaru merupakan orang-orang dari Saranjana yang ingin turut menikmati kekayaan alam daratan Pulau Laut Kotabaru. Karena cerita dulu beberapa dekade lalu, dikisahkan ada orang-orang dari Saranjana yang berjualan hasil alam ke Pulau Jawa, kemudian mereka ini membeli barang-barang untuk dibawa ke Saranjana seperti truk, mobil dan sebagainya.

    Fenomena Saranjana ini memang luar biasa, sejak era 1980-an hingga kini tak lekang oleh kemarau dan banjirnya Pulau Laut, hanya saja belum menjadi semacam urban legend. Fenomena Saranjana ini mampu membuat pandangan banyak orang berpaling ke Kotabaru yang tak saja dikenal dengan lagunya; Kotabaru gunungnya bamiga, tapi juga umbak manampur di sala karang tak terkecuali manampur karang yang berada di pinggir pesisir Sigam dimana beberapa kali tongkang bermuatan batubara mengalami 'penampakkan'. ©Jurnalisia™

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda