Interaktif | Petugas Pajak, Gaya Hidup Mewah dan Hedonis - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Sumber Data Cuaca: https://cuacalab.id
    Website Ini Telah Dilihat 98,18 Juta Kali

    Minggu, 26 Februari 2023

    Interaktif | Petugas Pajak, Gaya Hidup Mewah dan Hedonis

    Interaktif,
    Masih mau bayar pajak ?

    Itulah pertanyaan yang banyak beredar di sejumlah platform media sosial akhir-akhir ini pasca terjadinya peristiwa penganiayaan oleh anak seorang Pejabat Pajak di Kementerian Keuangan RI terhadap seorang anak dari Petinggi GP Ansor.

    Peristiwa penganiayaan tersebut merembet dan berdampak terhadap sosok orangtua si penganiaya, Rafael Alun Trisambodo, Pegawai Pajak di Jakarta Selatan; terkait jabatan, penghasilan dan gaya hidup yang menurut banyak media; penghasilannya cukup fantastis jika ditinjau dari jabatannya. Bahkan disebut kekayaannya hampir menyamai Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani.

    Rafael Alun Trisambodi (RAT), inisial yang kalau dalam Bahasa Inggris berarti 'Tikus Besar', dan identik dengan hewan yang disimbolkan untuk para Koruptor; akhirnya dicopot dari jabatannya oleh Kementerian Keuangan RI.

    RAT ini diberitakan banyak media; hidup bergaya hedonis, punya rumah mewah, mobil mewah, serta sepeda motor gede (moge) merk Harley Davidson yang harganya tahu sendirian berapa.

    Mobil merk Jeep Rubicorn yang dikendarai Mario Dandy, anak RAT saat menganiaya David; adalah tergolong mobil mewah yang jarang orang membelinya.

    Lalu para warga +62 pun bertanya-tanya dari mana semua uang yang diperoleh dan dikumpulkan RAT sehingga ia dan keluarganya bisa hidup mewah dan bergaya hedonis ?

    Namanya juga warga +62 yang dikenal sangat 'kepo', dan sudah tentu mengaitkannya dengan pajak, bidang pekerjaan RAT.

    Dalam benak warga; berarti selama ini pajak yang dibayarkan ke negara melalui institusi perpajakan; justru banyak dinikmati para pegawai di institusi tersebut (?) 

    Menteri Keuangan pasti sudah memikirkan dampak dari kejadian RAT dan anaknya itu, sehingga mengambil langkah-langkah diantaranya mengimbau kepada para wajib pajak agar tetap melaporkan SPT Tahunan, artinya tetap harus bayar pajak.

    Informasi terakhir adalah RAT telah menulis surat terbuka yang isinya selain permohonan maaf ke semua pihak, juga mengundurkan diri dari PNS dan pekerjaannya.

    Nah, karena anak orangtua binasa. Karena tinta setitik akan merusak air jernih sebaskom (mungkin kira-kira begini ungkapan Sri Mulyani). Bagaimana pendapat pembaca sekalian terkait perpajakan dan para petugasnya ? Silakan tulis komentar di kolom di bawah tulisan ini. Jurnalisia


    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda