Penurunan Produksi Padi di Kalteng Alami Penurunan Menyedihkan - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Sumber Data Cuaca: https://cuacalab.id

    Rabu, 04 Maret 2020

    Penurunan Produksi Padi di Kalteng Alami Penurunan Menyedihkan

    Data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Kalteng terkait pembangunan di bidang pertanian, angka produksi padi sangat menyedihkan, padahal Kalteng sempat swasembada beras.

    Data BPS mengungkapkan, luas panen padi di Propinsi Kalteng pada tahun 2019 diperkirakan sebesar 146,14 ribu hektar atau mengalami penurunan sebanyak 1,43 ribu hektar atau 0,97 persen dibanding tahun 2018.

    Penurunan luas tanam itu diikuti penurunan angka produksi padi di Kalteng untuk tahun 2019 sebesar 443,56 ribu ton gabah kering giling (GKG) atau mengalami penurunan sebanyak 71,21 ribu ton atau 13,83 persen dibandingkan tahun 2018. Demikian data resmi statistik dari BPS Kalteng yang disampaikan di Palangka Raya, Senin (02/03/20).

    Kepala BPS Kalteng, Yomin Tofri yang didampingi stafnya, menjelaskan konversi dari padi ke beras untuk konsumsi pangan penduduk di Kalteng pada tahun 2019 sebesar 262,12 ribu ton atau mengalami penurunan sebanyak 42,08 ribu ton atau 13,83 persen dibandingkan tahun 2018.

    Meskipun demikian, masih perkiraankarena sebagaimana dijelaskan penghitungan dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA) dengan satuan ubinan 100 x 100 meter, di Kalteng masih belum bisa memastikan luas lahan baku dan produksi padi GKG untuk areal penanaman padi ladang atau padi gunung yang terdapat di wilayah hulu.

    Untuk mencegah terjadinya miscalculated atau salah penghitungan maka kriteria lahan baku dibagi dalam tiga jenis sampling. S1 adalah sampling yang benar-benar diidentifikasi sebagai persawahan. S2 adalah sampling lahan yang bercampur antara sawah dan jenis pemanfaatan lain. Sementara S3 adalah sampling lahan yang termasuk untuk padi ladang atau padi gunung. (Dolok)

    ----------©----------
     

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda