Ketika Pemain Barongsai Beralih ke Warga Etnis Lokal

Perayaan Cap Go Meh yang merupakan rangkaian dari peringatan tahun baru Imlek pada budaya religi etnis Tionghoa; tak terpisahkan dari penampilan kesenian Barongsai.

Dan perayaan Cap Go Meh ini juga identik dengan makanan khas keturunan etnis Tionghoa berupa makanan lontong sayur Cap Go Meh.
Yang sangat menarik adalah para pemain seni Barongsai ini bahkan kebanyakan kini bukan berasal dari keturunan etnis Tionghoa tapi warga pribumi lokal terutama justru dari keturunan etnis Banjar yang mendapat pelatihan dari para Pengurus Kelenteng An Hwa Tian Kotabaru yang telah berusia sekitar 125 tahun, dan diperkirakan merupakan Kelenteng tertua di wilayah Propinsi Kalsel.

"Barongsai ini hanya di saat perayaan Cap Go Meh diperbolehkan tampil berkeliling, jika hari-hari biasa hanya boleh ditampilkan di tempat tertentu saja tak boleh berkeliling. Perihal berkelilingnya Barongsai ini semisal acara ritual tolak bala pada agama lain," ungkap Yandi Kamitono, Bakal Calon Kepala Daerah Kotabaru untuk Pilkada 2020, yang ikut hadir di Kelenteng An Hwa Tian; bersembahyang dan merayakan Cap Go Meh.

Adapun perihal keberadaan Kelenteng Awn Thian sebagai tempat peribadatan umat Konghucu ini, selain berada di Kotabaru, cuma terdapat di Banjarmasin tepatnya di Jl. Veteran seputar patung maskot Bekantan. (Red)

----------©----------
 

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara