Syairi Mukhlis, Nakhodai DPRD Kotabaru Harapan Warga

Syairi Mukhlis, S.Sos, Ketua DPRD Kotabaru yang terbilang muda, enerjik dan gesit ini, semenjak ditugasi oleh  PDIP  menahkodai Parlemen di Bumi Saijaan, tepatnya tanggal 20 September 2019, diharapkan mampu membuat warna baru dan harapan baru bagi warga Kotabaru terhadap perjalanan lembaga ini 5 tahun ke depan.

Kendati masih terlalu dini untuk menyimpulkan warna baru dan harapan baru yang akan membawa perubahan besar bagi masyarakat Kotabaru itu mulai nampak wujudnya.
Namun upaya Syairi dalam melakukan terobosan dan langkah-langkah nyata dalam peningkatan kinerja DPRD patut diapresiasi.

Seringnya kunjungan lapangan, sidak, dan komunikasi dengan warga  untuk menanyakan secara langsung keluhan serta harapan warga membuatnya mengantongi data valid, akurat dan terpercaya.
Sangat jelas keakuratan data ini akan sangat membantu kinjerja DPRD dan pemerintah dalam membuat skala prioritas dalam menetapkan arah pembangunan yang mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Rencana Pembangunan Jangka panjang (RPJP) daerah dan nasional.

Rutinnya Syairi "blusukan" mengawasi  proyek-proyek yang sedang dan akan berjalan, ternyata membuat anggota DPRD lainnya mengikuti langkahnya, untuk melakukan hal yang sama, melaksanakan satu fungsi yaitu pengawasan dengan terjun langsung ke lapangan.

Infrasturktur yang jadi perhatian para anggota DPRD yang baru dilantik ini antara lain jalan, jembatan, bangunan komplek  perkantoran di Desa Sebelimbingan, bangunan RSUD di Desa Stagen dan lainnya.

Informasi yang di terima media ini, anggota DPRD yang aktif turun ke lapangan selain Syairi antara lain Agus Subejo, Gewsima Mega Putra, Jerry Lumenta, H. Maisarah, dan Syaiful Rahmadi.

Harapan warga saijaan semangat seperti ini tidak hanya muncul di awal masa jabatan, namun bisa bertahan hingga akhir tugas Kedewanan di tahun 2024 nanti.


penulis menilai, nuansa baru, semangat, pola kerja DPRD Periode 2019-2024 pimpinan Syairi ini akan sangat efektif dalam melakukan percepatan pembangunan Kotabaru.


Secara tak langsung ini juga akan membuat para birokrat dan eksekutif Kotabaru untuk memacu kinerjanya, mendorong agar semua perangkat SKPD bisa berkerja lebih keras dan maksimal,  menempatkan personil handal sesuai dengan bidang keahliannya agar dapat bersinergi dengan DPRD mengejar ketertinggalan pembangunan Kotabaru dari Kabupaten terdekat yang baru lahir yaitu Tanah Bumbu.


Bisa ditebak jika seluruh anggota DPRD berkerja yang berjumlah 35 orang mengikuti irama dan cara kerja Sang Ketua, maka kita akan melihat perubahan besar Kotabaru, 5 tahun yang akan datang semua jalan sudah teraspal dengan baik.

Mari warga saijaan, kita dukung dan bantu para wakil kita di Dewan, para Pejabat dan  Birokrat, dengan pikiran, melalui hearing di ruang DPRD, tindakan serta doa.

Memang tak hanya infrastuktur yang jadi persoalan di Bumi Saijaan masih ada hal lain seperti pemerataan pendidikan, akses kesehatan, peningkatan lapangan kerja, mengundang investor, peningkatan pertanian, persoalan air bersih, bahkan kas daerah yang sering kosong.

Mari awasi semua proyek-proyek pemerintah yang ada di sekitar kita, yang sumber pendanaannya dari uang rakyat, jika ada indikasi penyimpangan laporkan ke pihak terkait, Polisi, Jaksa TP4D dan Inspektorat, atau instansi lainnya yang relevan, ingat Kotabaru yang maju yang akan kita wariskan bagi anak cucu sangat tergantung pada kepedulian kita saat ini.

Salam Saijaan membangun... (RnS)

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara