Masyarakat Kecamatan Kelumpang Selatan harap-harap cemas atas pelaksanaan proyek pembangunan jembatan dan pengaspalan jalan kabupaten di wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan, pasalnya proses pengerjaannya terkesan lamban, waktu pelaksanaan pekerjaan 150 hari kalender kerja atau sekitar 5 bulan dan berakhir pekerjaan pada 11 Desember 2019, berarti waktu pelaksanaan tinggal sekitar 2 bulan, sementara pencapaian pekerjaan diperkirakan baru sekitar 20 persen, hal tersebut diungkapkan tokoh masyarakat yang juga teknisi kontruksi, Khairul Sani kepada media ini, Minggu (06/10/19).
Pembangunan yang menelan dana APBD senilai Rp 11 milyar lebih tersebut sangat disayangkan jika dikerjakan asal-asalan, pasalnya masyarakat Kelumpang Selatan harus menunggu bertahun-tahun untuk dapat menikmati jalan aspal di wilayahnya.
Pembangunan pengaspalan jalan dari jalan propinsi menuju Kecamatan Kelumpang Selatan ini juga pernah dijanjikan oleh Bupati Kotabaru pada saat kampanye 4 tahun lalu, hingga hampir berakhir masa jabatan Bupati belum sampai 50 persen yang terealisasi.
Khairul Sani dan masyarakat Kelumpang Selatan sangat mengharapkan kepada PT Salsabila Oniresh Nusantara selaku kontraktor pelaksana dan pihak terkait selaku pengawasan; agar betul-betul memfungsikan pengawasannya, sehingga pembangunan dapat dilaksanakan sesuai RAB dan Detail Engineering Design (DED) yang ada dalam kontrak kerja, jika dikerjakan asal-asalan maka yang sangat dirugikan masyarakat Kelumpang Selatan karena jalan akan cepat rusak kembali. (Slem)
Tags:
Pembangunan


