Bulan puasa atau ramadhan setiap tahunnya digunakan oleh para Kepala Daerah untuk melakukan yang namanya safari ramadhan tak terkecuali di Kotabaru. Safari dilakukan dengan mengunjungi daerah terutama di pelosok, bertemu dengan para warga, intinya bersilaturahmi antara Kepala Daerah berserta para pejabatnya dengan warga.
Pada beberapa tahun terakhir di era makin merajalelanya berbagai jenis media sosial, telah menggeser fungsi dan tugas media arus utama (mainstream) berikut para pelakunya. Berbagai kegiatan Pemerintah Daerah pun yang layak publikasi lebih bergeser menggunakan publikasi di media sosial ketimbang media arus utama yang keakuratannya lebih terjaga dan terjamin.
Yang pada masa-masa sebelumnya para Awak Media banyak yang mengikuti kegiatan safari ramadhan ini, kini sangat minim yang berada dan bersama rombongan kunjungan tersebut. Kalaupun para Awak Media ada yang memberitakan kegiatan safari ramadhan lebih banyak mengandalkan rilis dari Pemerintah Daerah, atau mengambil bahan dan materi di situs milik pemerintah, atau dari media sosial pihak lain.
Pemerintah Daerah yang tak mengikutsertakan para Awak Media pada kegiatan safari ramadhan ini biasanya berdalih tak ada anggaran untuk itu. Selain itu dalih memberdayakan media sosial yang berbiaya murah untuk sekedar publikasi.
Berkembang pesatnya teknologi komunikasi dan informasi tak pelak lagi menggerus secara perlahan keberadaan dan fungsi media mainstream terkecuali yang terus dapat bertahan dengan adaptasi kemajuan demi kemajuan dan inovasi yang dibutuhkan publik. (Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.