![]() |
| Courtesy : bbc |
Para orangtua yang merokok biasanya tidak menyalakan rokok di ruang tertutup seperti mobil mereka atau rumah mereka dengan anak-anak atau bayi di sekitarnya.
Lagipula kita sudah tahu selama bertahun-tahun bahwa asap rokok buruk bagi kesehatan kita.
Tetapi satu studi baru-baru ini menunjukkan bahwa banyak orangtua tidak menyadari bahwa aturan yang sama juga mesti diberlakukan untuk e-rokok (paving), karena paparan asap yang keluar dari vaping juga dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Dilansir dari Healthline [dot] com, satu tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Jonathan Winickoff, dokter anak dan anggota dari American Academy of Pediatrics (AAP) Bagian tentang Pengendalian Tembakau, baru-baru ini melihat seberapa besar kemungkinan para orangtua menggunakan e-rokok di ruang tertutup.
"Kami tahu bahwa pesan dan iklan industri tentang ini menjadi produk yang aman itu tidak benar," Winickoff baru-baru ini mengatakan kepada Healthline.
"Kami bertanya-tanya apakah orangtua mungkin telah disesatkan dan berpikir bahwa produk ini aman digunakan di sekitar bayi dan anak-anak," sebutnya pula.
Penelitian mereka menemukan bahwa sementara 63.8 persen pengguna ganda (mereka yang merokok baik rokok konvensional maupun rokok elektronik) memiliki kebijakan tentang tidak merokok di dalam rumah, hanya 26.3 persen memiliki kebijakan serupa tentang tidak menguap di dalam rumah. Dan hanya 21 persen pengguna ganda yang memiliki kebijakan melarang vaping di dalam mobil.
Winickoff berhipotesis bahwa orangtua dapat melihat e-rokok lebih aman di ruang tertutup karena asapnya biasanya tidak memiliki bau tak sedap yang dimiliki rokok konvensional adapun aerosol pada vaping menjadi tidak terlihat setelah beberapa detik.
Namun ahli bedah umum telah menyatakan aerosol pada e-rokok atau paving tidak berbahaya. (Red)
Tags:
Kesehatan

